APAKAH PASTI SEMBUH DAN BERAPA SESI?

Banyak sekali klien yang bertanya, apakah masalahnya “pasti” bisa disembuhkan dengan hipnoterapi dan berapa sesi yang dibutuhkan?

Pembaca yang bijaksana, Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya tentang prosedur terapi, bahwa hipnoterapi adalah kontrak upaya bukan kontrak hasil, yang artinya Hipnoterapis berupaya semaksimal mungkin dengan tehnik terapi yang dikuasainya untuk membantu klien sembuh atau berubah kearah yang lebih baik. Hipnoterapis professional tidak seharusnya mengatakan “pasti sembuh” kepada klien karena Hipnoterapis bukan Tuhan yang bisa menggaransi kesembuhan klien, walaupun dari pengalaman saya membantu banyak klien selama ini tingkat kesembuhannya cukup tinggi tetap saja saya tidak boleh mengatakan pasti sembuh. Kalau ada hipnoterapis yang memastikan atau menggaranti anda “pasti” sembuh berarti anda harus berfikir ulang untuk terapi.

Hipnoterapi sudah terbukti secara ilmiah mampu mengatasi masalah yang berhubungan dengan pikiran dan emosi. Berdasarkan pengalaman saya menangani banyak klien selama ini, akar permasalahan klien adalah pikirannya dalam hal ini adalah pikiran bawah sadar (PBS). PBS inilah yang memunculkan emosi dan simtom tertentu yang mengganggu. (baca : penyakit psikosomatis). Bahkan di Amerika hipnoterapi dikelompokan kedalam salah satu cabang ilmu psikilogi.  

Kesembuhan klien tidak tergantung dari si hipnoterapisnya saja tetapi peran klien pun sangat penting dalam hal ini. Saya ibaratkan anda pergi ke seorang dokter katakanlah dokter ini adalah dokter specialis, saat anda bertemu dokter ini anda di diagnosa menderita kanker kemudian anda bertanya apakah dokter bisa menyembuhkan penyakit anda? Jawabannya tergantung, Tidak mungkin dokter itu akan menjawab pasti bisa, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan lanjutan dan memberi obat tertentu, mungkin juga makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh anda konsumsi. Mengenai nanti anda sembuh atau tidak tergantung dari pola hidup anda sehari-hari, apakah anda mengikuti petunjuk dokter atau tidak dan juga atas ijin Tuhan tentunya. Artinya sehebat apapun dokternya tidak bisa memberikan jaminan kesembuhan. Yang bisa dilakukan dokter adalah berusaha menyembuhkan pasien dengan skil danpengetahuannya. Begitu juga dengan Hipnoterapis yang berusaha membantu klien sembuh atau berubah kearah yang lebih baik.

Untuk berapa sesi yang dibutuhkan, setiap klien memiliki permasalahan yang berbeda-beda, bisa berat, sedang atau masalah biasa (ringan) dan yang perlu diingat pikiran bawah sadar setiap orang berbeda responnya saat terapi berlangsung, semakin mudah pikiran bawah sadar klien berkomunikasi dan bekerjasama dengan hipnoterapis semakin mudah pula terapi dilakukan dan semakin cepat permasalahan klien bisa diatasi. Untuk itu sebagai seorang hipnoterapis profesional tentu saja tidak bisa memastikan berapa sesi yang harus dijalani klien dalam mengatasi masalahnya sebelum klien bertemu dengan hipnoterapisnya. Masalah ringan mungkin hanya membutuhkan 1 sesi terapi. Dalam hal ini ada banyak faktor yang mempengaruhi efektivitas terapi dan hal-hal yang perlu diperhatikan saat terapi.

Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi efektifitas terapi yang berimbas pada kesembuhan klien:

  • Kerjasama pikiran bawah sadar klien, yang artinya semua bagian pikiran bawah sadar klien mau bekerjasama untuk kesembuhan diri klien, intinya klien bersedia dan mengijinkan dirinya untuk diterapi.
  • Saat diterapi apakah klien bersungguh-sungguh ingin sembuh atau sekedar coba-coba, kalau hanya sekedar mencoba dan tidak sungguh-sungguh sudah tentu terapi tidak akan efektif.
  • Klien menganalisa jalannya terapi yang artinya klien tidak mengikuti bimbingan hipnoterapis  dan banyak pertanyaan-pertanyaan dalam diri klien saat terapi berlangsung.
  • Takut, rasa takut adalah hal yang wajar bagi seseorang apalagi seringkali kita mendengar hal yang negatif mengenai “Hipnotis”. Hipnoterapis professional akan menjelaskan tentang apa itu hipnoterapi dan bagaimana prosedurnya sebelum melakukan terapi sehingga klien mengerti dan siap untuk diterapi.
  • Tidak yakin dan ragu pada Hipnoterapisnya. Mengapa saya katakan demikian? Apabila diawal klien sudah merasa ragu dengan hipnoterapisnya sudah tentu kerjasama antara hipnoterapis dan pikiran bawah sadar klien kurang bagus. Klien harus percaya dan yakin terhadap hipnoterapis yang dipilih untuk menerapinya sehingga pikiran bawah sadar klien lebih bisa bekerjasama mengatasi masalah klien.
  • Terapi tidak atas kemauan sendiri atau dipaksa orang lain. Seringkali saya menerima telepon dari orangtua yang ingin anaknya diterapi tetapi setelah saya konfirmasi ternyata anak tersebut tidak merasa ada masalah dengan dirinya alias tidak perlu ada yang diterapi, hal ini tentu tidak bisa dipaksakan karena terapi akan sangat tidak efektif.
  • Klien berfikir tentang harga, artinya dengan biaya yang akan dikeluarkan klien merasa bimbang apakah sembuh atau tidak. Pikiran bawah sadar klien tahu bahwa klien sebenarnya masih sayang atau eman mengeluarkan biaya untuk kesembuhan dirinya sendiri.  Hal ini juga sangat berpengaruh terhadap kesembuhan klien.
  • Hipnoterapis tidak menjelaskan tehnik untuk masuk relaksasi yang dalam kepada klien sehingga klien sulit fokus dan tidak rileks, Hipnoterapis profesional akan menjelaskan protokol terapi dan memberikan latihan masuk kondisi relaksasi sebelum terapi, karena kondisi kedalaman relaksasi berpengaruh terhadap efektifitas terapi.

Diatas merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi efektivitas diterapi, masih banyak factor lain yang tidak saya bahas disini yang menyangkut tehnik terapi dan kedalaman pengalaman seorang hipnoterapis.

Pembaca, untuk sembuh atau terbebas dari masalah, kita harus bersedia membayar harga yaitu: waktu, niat, upaya, perasaan serta biaya materi tentunya. Untuk itu apabila anda merasa ada masalah dalam diri anda dan anda sudah punya niat untuk sembuh atau berubah lakukan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas. Karena itu kunci awal dari perubahan hidup kita kearah yang lebih baik.

Semoga tulisan saya kali ini cukup menjawab pertanyaan sahabat-sahabat semua.

MANUSIA PUNYA BAGIAN DIRI

Beberapa waktu yang lalu saya asyik berbincang dengan kawan saya di sebuah pertokoan, setelah lama mengobrol, teman saya menanyakan hal yang dirasa ada masalah dalam hidupnya. Kawan saya itu sangat ingin mengajukan kredit kepemilikan rumah atau KPR tetapi selama ini setiap mau mengajukan KPR selalu ada bagian dirinya yang takut dan kawatir nanti tidak bisa mencicil per bulannya, akhirnya tidak jadi ambil KPR  padahal kalau dari sisi pendapatan kawan saya mampu untuk membayar DP dan cicilannya.

Pembaca yang bijaksana, sebenarnya yang dialami kawan saya adalah hal yang kedengarannya “wajar” tetapi hal itu sangat mengganggu kemajuan dan pencapaian hidup kawan saya itu. Tetapi lebih dari itu, apa sebenarnya yang terjadi dalam diri seseorang sehingga muncul pertentangan atau konflik seperti  itu di dalam dirinya? Mengapa saya sebut pertentangan karena sebenarnya ada bagian diri kawan saya itu yang sangat ingin memiliki rumah sendiri tetapi di sisi lain ada bagian diri yang lain dari kawan saya kawatir masalah cicilanya. Apakah hal ini kalau dibiarkan kawan saya akan mempunyai rumah?

Mengapa dalam diri seseorang terjadi pertentangan atau biasa saya sebut konflik diri (inner conflict)?

Sebenarnya dalam diri kita terdapat bagian-bagian diri yang disebut Ego Personality (EP). EP sendiri  terdiri dari  part, introject, identofact dan alter.

Apa maksud dari bagian-bagian tersebut?

Berikut penjelasannya:

  • Part adalah bagian diri kita yang tercipta bisa dari pengalaman masa lalu dan pemaknaan yang terjadi selama pengalaman hidup kita dan ini sangat dipengaruhi oleh belief dan value yang kita pegang.  Part yang ada dalam diri kita bisa bermacam-macam dan tidak menutup kemungkinan ada konflik diantara part tersebut. Misalnya begini, ambil contoh anda pergi ke sebuah restoran, setelah anda duduk anda akan disodori menu oleh pelayan restoran tersebut, setelah anda membaca menu anda mulai bingung menentukan makanan apa yang akan anda pesan, misalnya satu bagian diri anda ingin makan nasi goreng tapi satu bagian yang lain ingin order atau makan sop buntut, cukup lama anda menimbang sampai akhirnya anda memutuskan mana yang harus di order.

Pembaca yang bijaksana, ini yang biasanya kita sebut inner conflict, dari contoh kasus tersebut mungkin kita menganggap hal itu biasa karena itu masalah memilih makanan tetapi bagaimana semisal konflik tersebut adalah tentang keputusan yang menentukan kelangsungan hidup kita atau keputusan yang sangat penting dalam hidup kita seperti yang dialami teman saya yang saya ceritakan diatas.  Ada part yang bisa menjadi marah karena keputusan kita atau perilaku kita sehari-hari tidak disukai salah satu part kita, yang akhirnya part kita ini bisa menghukum kita dengan “masalah”, bisa sakit fisik yang ditimbulkan ataupun hambatan-hambatan dalam kemajuan hidup kita. (Baca artikel saya : Penyakit Psikosomatis)

  • Introject adalah gambaran dalam pikiran kita tentang orang-orang yang ada disekitar kita, bisa keluarga, tetangga ataupun orang yang tidak kita kenal tetapi pernah kita temui dalam keseharian kita. Dalam beberapa kasus yang saya tangani, introject bisa bersifat mengganggu atau mendukung kita. Suatu contoh saya pernah menangani klien yang sangat mudah sedih padahal klien ini cukup sukses dalam hidupnya, klien tidak mengerti mengapa dia mudah sedih. Saat proses terapi saya mencoba menggali akar masalah klien, ternyata saya menemukan penyesalan yang dalam di diri klien, dengan kesuksesannya saat ini klien merasa belum sempat membahagiakan kedua orangtuanya yang sudah meninggal. Hal ini mungkin terdengar sepele atau aneh tetapi yang terjadi pada klien saya sangat menganggu hidupnya, klien merasa malu yang sediki-sedikit menangis bila melihat atau mengalami hal yang membuat dia sedih walaupun itu tidak ada hubunganya dengan dirinya atau keluarganya. Terkadang klien saya ini bisa sedih saat berada di kamar sendiri tanpa sebab tertentu. Untuk menterapi klien yang bermasalah seperti ini biasanya saya menggunakan tehnik forgiveness therapy.
  • Identofact adalah orang-orang yang ada dalam pikiran kita dan bersifat mengganggu atau jahat terhadap kita, misalnya orang-orang yang telah menyakiti kita atau yang membuat hidup kita menderita. Hampir sama dengan introject, identofact sangat mempengaruhi hidup kita. Pernah saya menangani klien yang menyimpan amarah yang luar biasa, klien saya ini dendam dengan seseorang dimana beliau sudah berusaha melupakan dan memaafkan orang tersebut tetapi sangat sulit karena pikiran bawah sadarnya belum bisa menerima dan memaafkan perlakuan orang tersebut terhadap dirinya. Bagaimanapun juga perasaan dendam, marah, kecewa yang tersimpan didalam diri kita akan sangat mengganggu pikiran kita, tanpa disadari energi psikis kita akan terkuras hanya untuk memikirkan masalah ini. Terlebih banyak klien yang menderita kanker ternyata akar masalahnya karena pikiran bawah sadarnya belum bisa memaafkan orang-orang yang pernah menyakitinya.
  • Alter adalah bagian diri kita sendiri yang bersifat jahat dalam hal ini bersifat ekstrim karena menginginkan diri kita untuk bunuh diri. Orang yang putus asa, merasa diri tidak berharga, tidak berdaya sangat rentan muncul bagian diri yang disebut alter. Butuh penanganan yang cukup hati-hati bila menghadapi klien yang mempunyai permasalahan seperti ini.

Apakah bagian diri bisa di akses dan bagaimana cara mengakses bagian diri kita?

Seringkali saya mendapat pertanyaan demikian, dimana banyak teman atau klien berfikir masa iya kita punya bagian diri yang lain, bahkan ada yang berfikir siapa sebenarnya bagian diri kita ini apakah ini dari mahkluk lain yang masuk tubuh kita.

Pembaca yang bijaksana, sekali lagi saya tekankan bagian diri atau Ego Personality (EP) adalah bagian dari diri kita sendiri, dia bukan berasal dari mahkluk lain yang masuk ke tubuh kita. Seperti yang sudah saya singgung diatas pembentukan EP ini bisa berasal dari pengalaman masa lalu kita, kejadian-kejadian yang kita alami yang biasanya pada saat itu diri kita berada pada emosi yang intens sehingga pada saat itu timbul pemaknaan terhadap kejadian tersebut dan terbentuklah EP.

Untuk mengakses EP sangat mudah, coba anda berlatih mengakses EP dengan teman anda, caranya begini: Siapkan beberapa pertanyaan mudah kepada teman anda tetapi minta teman anda untuk menjawab dalam hati saja, misal coba tanyakan nama teman anda, dimana tinggal, berapa punya saudara, hari ini memakai baju apa dan lain sebagainya.  Teman anda pasti punya jawaban walaupun hanya dalam hati saja, nah yang menjawab pertanyaan-pertanyaan anda itulah EP teman anda. Anda bisa juga bergantian meminta teman anda yang bertanya dan anda menjawab dalam hati dengan begitu anda sudah mengakses EP anda. Mudahkan.  Tetapi ingat untuk ranah terapi membutuhkan tehnik khusus untuk menerapi EP yang “bermasalah.” Biasanya EP yang bermasalah mempunyai peran yang kuat dalam diri kita.

Selamat mencoba.

APA ITU GELOMBANG OTAK?

Otak Anda terdiri dari milyaran sel otak yang disebut neuron. Setiap neuron saling berkomunikasi (menjalin hubungan) dengan memancarkan gelombang listrik. Gelombang listrik yang dikeluarkan oleh neuron dalam otak inilah yang disebut “gelombang otak” atau brainwave. Jadi yang disebut gelombang otak adalah “arus listrik” yang dikeluarkan oleh otak. Apabila otak tidak lagi mengeluarkan gelombang otak, maka kita tahu bahwa otak tersebut sudah mati.

Gelombang otak bisa diukur dengan peralatan Electroencephalograph (EEG). Diketahui bahwa frekuensi gelombang otak yang dihasilkan oleh neuron bervariasi antara 0-30 Hz dan digolongkan menjadi gelombang delta, theta, alpha dan beta. Setiap gelombang punya karakteristik yang berbeda-beda serta menandakan kondisi mental seseorang.

Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai karakteristik empat jenis gelombang otak yang umumnya muncul pada setiap orang:

Gelombang BetaWaspada, Konsentrasi.

Kondisi gelombang otak Beta (13-30 Hz) menjaga pikiran kita tetap tajam dan terfokus. Dalam kondisi Beta, otak Anda akan mudah melakukan analisis dan penyusunan informasi, membuat koneksi, dan menghasilkan solusi-solusi serta ide-ide baru. Beta sangat bermanfaat untuk produktivitas kerja, belajar untuk ujian, persiapan presentasi, atau aktivitas lain yang membutuhkan konsentrasi dan kewaspadaan tinggi.

Gelombang AlphaKreativitas, Relaksasi, Visualisasi

Gelombang otak Alpha (8-13 Hz) sangat kontras dibandingkan dengan kondisi Beta. Kondisi relaks mendorong aliran energi kreativitas dan perasaan segar, sehat. Kondisi gelombang otak Alpha ideal untuk perenungan, memecahkan masalah, dan visualisasi, bertindak sebagai gerbang kreativitas kita.

Gelombang ThetaRelaksasi mendalam, Meditasi, Peningkatan Memori

Lebih lambat dari Beta, kondisi gelombang otak Theta (4-8 Hz) muncul saat kita bermimpi pada tidur ringan. Atau juga sering dinamakan sebagai mengalami mimpi secara sadar. Frekuensi Theta ini dihubungkan dengan pelepasan stress dan pengingatan kembali memori yang telah lama. Kondisi “senjakala” (twilight) dapat digunakan untuk menuju meditasi yang lebih dalam, menghasilkan peningkatan kesehatan secara keseluruhan, kebutuhan kurang tidur, meningkatkan kreativitas dan pembelajaran.

Gelombang DeltaPenyembuhan, Tidur Sangat Nyenyak.

Kondisi Delta (0.5-4 Hz), saat gelombang otak semakin melambat, sering dihubungkan dengan kondisi tidur yang sangat dalam. Beberapa frekuensi dalam jangkauan Delta ini diiringi dengan pelepasan hormon pertumbuhan manusia (Human Growth Hormone), yang bermanfaat dalam penyembuhan. Kondisi Delta, jika dihasilkan dalam kondisi terjaga, akan menyediakan peluang untuk mengakses aktivitas bawah sadar, mendorong alirannya ke pikiran sadar. Kondisi Delta juga sering dihubungkan dengan manusia-manusia yang memiliki perasaan kuat terhadap empati dan intuisi.

Pandangan keliru yang selama ini ada dalam benak banyak orang adalah otak hanya menghasilkan satu jenis gelombang pada suatu saat. Saat kita aktif berpikir kita berada pada gelombang beta. Kalau kita rileks kita berada di alfa. Kalau sedang melamun, kita di theta. Dan, kalau tidur lelap kita berada di delta. Pandangan itu salah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada suatu saat, pada umumnya, otak kita menghasilkan empat jenis gelombang  secara bersamaan, namun dengan kadar yang berbeda. Misalnya dalam kondisi tidur, otak kita lebih banyak memproduksi gelombang delta, tapi tetap memproduksi theta, alpha dan beta walaupun kadarnya sedikit.

Setiap orang punya pola gelombang otak yang unik dan selalu konsisten. Keunikan itu tampak pada komposisi jenis gelombang pada saat tertentu. Komposisi gelombang otak itu menentukan tingkat kesadaran seseorang. Meditasi adalah salah satu cara paling kuno untuk mengatur pola gelombang otak. Sedangkan bagi masyarakat modern yang sibuk, Terapi Gelombang Otak menjadi salah satu cara favorit untuk mengatur pola gelombang otak agar sesuai dengan kebutuhan.

Sebenarnya, selain 4 jenis gelombang yang kami sebutkan diatas (Delta, Theta, Alpha dan Beta) masih ada gelombang otak yang lebih tinggi yaitu Gamma dengan frekuensi 40-99 Hz, HyperGamma dengan frekuensi tepat 100 Hz dan gelombang Lambda dengan frekuensi tepat 200 Hz. Menurut Dr. Jeffrey. D. Thompson, dari Center for Acoustic Research, gelombang HyperGamma dan Lambda berhubungan dengan kemampuan supranatural, metafisika atau paranormal.

Sedangkan Gelombang Gamma terjadi ketika seseorang mengalami aktifitas mental yang sangat tinggi, misalnya sedang berada di arena pertandingan, perebutan kejuaraan, tampil dimuka umum, sangat panik, ketakutan, terburu-buru karena dikejar deadline pekerjaan atau keadaan lain yang sangat menegangkan bagi orang tersebut.

Sumber : Neurotherapy Indonesia

PENYAKIT PSIKOSOMATIS

Penyakit psikosomatis adalah penyakit yang disebabkan oleh pikiran dan emosi. Penyakit ini biasanya sebelum menyerang tubuh atau fisik akan diawali oleh pikiran kita yang “bermasalah”. Bermasalah artinya ada sesuatu yang belum terselesaikan di pikiran bawah sadar sehingga pikiran bawah sadar akan mengeluarkan simtom atau gejala agar segera mendapat respon dan diselesaikan. Hal ini sebagai salah satu cara komunikasi pikiran bawah sadar untuk memberi tahu kita bahwa didalam diri kita ada yang bermasalah. Simtom yang dikeluarkan pikiran bawah sadar bisa bermacam-macam bisa berupa emosi ataupun sakit fisik. Berikut saya contohkan klien yang mengalami sakit psikosomatis.

Ada klien sebut saja Pak Doni, Pak Doni ini merasakan sakit punggung yang sudah menahun dan sudah berobat ke dokter specialis syaraf dan melakukan cek tulang belakang tetapi dokter mengatakan bahwa punggung pak Doni tidak ada masalah. Usia pak Doni adalah 46 tahun dan beliau sakit punggung sejak usia 37 tahun. Selama 9 tahun yang dirasakan pak Doni adalah berulang-ulang sakit dipunggungnya dan betapa itu sangat menyiksa dan mengganggu aktivitasnya. Setelah berusaha untuk berobat kemana-kemana akhirnya pak Doni mencoba terapi dengan Hipnoterapi.

Setelah digali secara detil melalui kondisi hipnosis diketahui bahwa ada bagian diri dari pak Doni ini yang menginginkan agar beliau tidak bekerja terlalu keras, perlu diketahui bahwa pak Doni adalah seorang sales manager disebuah perusahaan swasta, dan pekerjaan pak Doni mengharuskannya untuk kejar target sehingga pak Doni sering sekali kerja sampai larut malam dan lembur.  Ternyata hal ini sangat bertentangan dengan pikiran bawah sadar pak Doni tepatnya bagian diri pak Doni yang menginginkan untuk bekerja tidak terlalu berat. 

Dalam diri pak Doni terjadi apa yang biasa disebut konflik diri (inner conflict) dimana satu bagian diri pak Doni menginginkan agar pak Doni tidak bekerja terlalu keras sampai lembur dan satu bagian diri lagi menginginkan pak Doni bekerja lebih giat untuk mengejar target penjualan karena dengan begitu pak Doni akan mendapatkan bonus yang lebih besar lagi. 

Pemabaca yang bijaksana, konflik diri yang dialami pak Doni ini menimbulkan sakit fisik yaitu sakit punggung menahun. Pikiran bawah sadar pak Doni memberi sinyal dengan mengeluarkan simtom sakit di punggung. Selama bagian diri yang “bermasalah” ini tidak diatasi maka pikiran bawah sadar pak Doni akan terus mengeluarkan simtom sakit punggung ini. 

Untuk menterapi bagian diri yang sedang “berkonflik” ini kami biasa memakai tehnik Ego Personality Therapy. Tehnik ini memungkinkan kami untuk bernegosiasi dengan bagian-bagian diri klien yang biasa kita disebut part. 

Setelah menjalani sesi hipnoterapi akhirnya bagian-bagian diri pak Doni yang berkonflik sudah bisa didamaikan dan dicarikan solusi sehingga tidak memunculkan lagi simtom sakit punggung. Selang 2 minggu kemudian Pak Doni menghubungi saya dan mengatakan sakit punggungnya tidak muncul lagi.    

Pembaca, apa yang dialami pak Doni ini juga banyak dialami oleh klien-klien yang lain, yang membedakan adalah simtomnya. Setiap klien bisa berbeda simtom yang dimunculkan oleh pikiran bawah sadarnya misalnya yang pernah saya tangani adalah sakit kepala sebelah (migrain), sakit di lambung (maag), kaki sering kesemutan, mabuk perjalan dan masih banyak lagi. 

Bagaimana mengenali penyakit psikosomatis? Penyakit psikosomatis biasanya berulang (kambuhan) dalam waktu tertentu, seperti yang saya jelaskan diatas pikiran bawah sadar akan terus mengeluarkan simtom selama masalah belum terselesaikan. Dan untuk menggali masalah di pikiran bawah sadar memerlukan tehnik khusus yang salah satunya sudah saya jelaskan diatas, disamping itu diperlukan seorang Hipnoterapis yang cakap dan handal.

HUKUM MENTAL

Hukum Mental, Hukum Abadi Yang Tidak Pernah Diajarkan di Sekolah Formal

“There are only two ways to live your life. One is as though nothing is a miracle. The other is as though everything is a miracle” ~Albert Einstein. 

Di alam semesta terdapat dua macam hukum yaitu hukum buatan manusia dan hukum alam. Hukum buatan manusia merupakan kesepakatan yang dibuat oleh manusia. Hukum ini mengikat perilaku setiap individu yang ada dalam ruang lingkup pemberlakuan hukum ini. Hukum buatan manusia penuh dengan kekurangan dan dapat dimanipulasi dengan menggunakan kekuasaan dan uang. Dengan kata lain, yang benar bisa jadi salah dan yang salah bisa jadi benar. Semua bergantung pada faktor “x” yang bermain. 

Hukum alam terbagi atas dua kategori yaitu hukum fisika dan hukum mental. Hukum alam berlaku 100 % dari seluruh waktu dan berlaku terhadap semua makhluk hidup. Tidak peduli apakah mahluk itu tahu atau tidak tahu mengenai hukum tersebut. Tidak peduli apakah ia menerima atau menolak hukum itu. Suka atau tidak suka, tahu atau tidak tahu, menerima atau menolak, hukum ini berlaku secara adil dan merata pada semua mahluk. Hukum fisika diajarkan di sekolah. Kita semua bisa mempelajari hukum ini. Operasi hukum fisika, seperti yang mengatur listrik atau mesin, bisa dibuktikan dalam percobaan yang terkontrol dan kegiatan yang praktis. 

Hukum gravitasi, misalnya, bekerja di mana-mana di seluruh planet bumi selama 24 jam sehari. Kalau anda melompat dari sebuah gedung tingkat sepuluh, anda akan jatuh ke trotoar dengan kekuatan yang sama, apakah anda berada di New York ataupun di Jakarta. Saudara kita yang berada di pedalaman Kalimantan atau di Irian Jaya, walau mereka sama sekali tidak pernah mendengar tentang hukum gravitasi, yang ditemukan oleh Newton, bila mereka jatuh dari pohon yang tinggi mereka pasti akan mengalami efek yang sama. 

Bila kita mengerti cara kerja hukum fisika, seperti hukum gravitasi, maka kita dapat memanfaat hukum ini untuk keuntungan kita. Misalnya dengan membuat bendungan atau waduk. Air yang ditampung dalam bendungan, karena gaya gravitasi, dapat digunakan untuk menggerakkan turbin yang menghasilkan listrik. 

Sebaliknya, hukum mental tidak pernah diajarkan di sekolah. Hukum mental hanya bisa dibuktikan dengan pengalaman dan intuisi, dengan melihatnya bekerja dalam kehidupan kita sendiri. 

Hukum mental sama seperti hukum fisika. Hukum ini berlaku di mana saja terhadap siapa saja, dan kapan saja. Hukum ini netral dan bekerja bagi anda di mana saja, tanpa memperdulikan apakah anda tahu tentang hal itu, menerima atau menolaknya, suka atau tidak suka. Dan yang lebih hebat lagi, hukum ini tidak bisa dimanipulasi. 

Hukum mental, walaupun pengaruh fisiknya tidak bisa dilihat cukup jelas, juga bekerja 100 % dari seluruh waktu. Kapan saja kehidupan anda berjalan baik, ini berarti bahwa pemikiran dan kegiatan anda sesuai dan serasi dengan hukum mental ini. Kapan saja anda punya masalah dari jenis apapun, hal itu pasti disebabkan anda telah melanggar salah satu atau lebih dari hukum ini, apakah anda mengetahuinya atau tidak. Jika anda mengerti dan menerapkan hukum-hukum ini dalam hidup anda, maka anda akan berubah dengan sangat cepat. 

HUKUM MENTAL #1: HUKUM SEBAB-AKIBAT 

Hukum ini menjelaskan segala sesuatu yang terjadi pada diri kita. Hukum Sebab – Akibat mengatakan bahwa ada penyebab spesifik untuk sukses dan ada penyebab spesifik untuk kegagalan. Tidak ada yang terjadi secara kebetulan. Hukum ini sangat penting sehingga disebut “Hukum Alam Semesta Baja” yang menentukan nasib manusia. Jika anda ingin mendapatkan sesuatu, atau ingin mendapatkan sesuatu lebih banyak, maka yang perlu anda lakukan adalah anda menyediakan lebih banyak “sebab” yang dapat menghasilkan “akibat” yang anda inginkan. 

Hukum Sebab – Akibat ini biasa disebut juga sebagai Hukum Menabur dan Menuai. Hukum ini mengatakan apa saja yang anda tabur akan anda tuai. Apa yang anda tuai hari ini adalah hasil dari apa yang anda tabur di masa lalu. Kalau anda ingin menuai hasil panen yang berbeda di bidang apa saja dalam hidup anda di masa mendatang maka anda perlu menabur benih yang berbeda hari ini, dan tentu saja , ini mengacu pada benih mental. 

Keberhasilan hidup, di bidang apa saja, adalah suatu akibat, dengan suatu sebab yang spesifik. Jika anda menemukan seseorang sukses di suatu bidang dan anda ingin mendapatkan hasil seperti yang dicapai orang itu, maka yang perlu anda lakukan adalah melakukan apa yang ia lakukan. Jika anda menabur suatu sebab maka anda pasti menuai suatu akibat yang spesifik. Jika anda menabur pikiran, ucapan, perbuatan, sikap, perilaku, dan tindakan sukses maka anda pasti akan menuai sukses. Demikian sebaliknya. 

Jadi, jika anda tidak puas dengan hidup anda sekarang, anda tidak bisa dan tidak boleh menyalahkan orang lain. Yang perlu anda lihat adalah benih atau sebab apa yang telah anda tabur di masa lalu ? Dengan kesadaran ini, jika anda benar-benar merasa tidak puas dan ingin segera berubah, maka anda perlu segera menabur hal yang berbeda. 

Dengan dasar pemahaman ini kini anda tahu bahwa sikap mental, perasaan, kebahagiaan, dan kepuasan anda adalah hasil dari bibit mental yang anda tanam di pikiran anda. Jika anda mengisi pikiran anda dengan gambaran, pikiran, ide sukses, kebahagian, dan optimisme, maka anda akan mendapatkan pengalaman positip dalam kehidupan anda. 

Saya sering merasa prihatin saat mendengar banyak orang yang berkata, “Saya akan kerja lebih keras, kerja lebih baik, bila perusahaan saya memberikan gaji yang lebih tinggi, tunjangan dan fasilitas yang lebih baik”. Mereka lupa atau mungkin tidak tahu mengenai hukum Sebab – Akibat atau hukum Menabur dan Menuai. Mereka tidak mau menabur. Maunya kalau bisa menuai terus tanpa perlu menabur. 

Sudah tentu orang dengan mentalitas seperti ini tidak bisa sukses karena ia telah melanggar hukum Sebab-Akibat. 

HUKUM MENTAL # 2: HUKUM KOMPENSASI 

Hukum ini merupakan kelanjutan dari Hukum Menabur dan Menuai. Hukum Kompensasi menyatakan bahwa anda mendapatkan hasil sebanding dengan upaya atau kontribusi yang anda lakukan, titik. Tidak lebih dan tidak kurang. Pas ukurannya dan pas takarannya. Dengan demikian apa yang telah anda capai dalam hidup anda saat ini, misalnya dari segi finansial, merupakan kompensasi atau hasil dari apa yang telah anda lakukan di masa lalu. Jika anda ingin meningkatkan hasil anda maka anda harus meningkatkan nilai kontribusi yang anda lakukan. Penekanannya ada pada “nilai” kontribusi yang dilakukan. Bukan sekedar kontribusi atau upaya yang dilakukan. 

Mengapa? Hal ini menjawab pertanyaan mengapa para pemimpin mendapatkan kompensasi (baca: hasil) yang jauh lebih besar dibandingkan dengan orang biasa. Padahal orang biasa melakukan kerja yang jauh lebih keras dari pada para pemimpin itu. Ini semua berhubungan dengan “nilai” kontribusi atau upaya yang dilakukan. Semakin besar pengaruh positif yang timbul dari suatu tindakan maka semakin tinggi nilainya. Ini menjelaskan mengapa seorang supervisor mendapat kompensasi lebih besar dari karyawan biasa. Demikian pula seorang manajer mendapat kompensasi jauh lebih besar daripada supervisor. Demikian pula seorang pilot mendapat kompensasi jauh lebih besar dari pramugari atau ground staff. Padahal bila dihitung jam kerja mereka sama. 

Salah cara untuk tahu apakah “nilai” kontribusi seseorang tinggi atau rendah adalah apa yang akan terjadi bila orang ini tidak lagi ada atau bekerja. Apakah dengan ia tidak lagi bekerja akan memberi pengaruh besar pada tempat kerja atau lingkungannya? Apakah ia sulit digantikan oleh orang lain? Semakin sulit seseorang digantikan maka semakin tinggi “nilai” kontribusinya. Demikian pula sebaliknya. 

Anda mungkin pernah bertemu atau bahkan merasa heran mengapa ada orang yang mendapatkan hasil yang sangat berlimpah, dan ada orang yang tidak mendapatkan hasil yang mereka inginkan. Apakah Tuhan pilih kasih? Tidak! Jawabannya sederhana. Orang yang mendapatkan hasil berlimpah telah melakukan jauh lebih banyak dari yang seharusnya. Dengan kata lain mereka menabur sangat banyak benih. Tidak heran jika mereka menuai lebih banyak hasil. 

HUKUM MENTAL #3: HUKUM KEPERCAYAAN 

Hukum Kepercayaan mengatakan bahwa apapun yang anda percayai dengan sungguh-sungguh dan melibatkan emosi akan menjadi kenyataan anda. Dalam bahasa Inggris dikatakan, “You will see it when you believe it”. Kepercayaan anda mengendalikan realita anda. Mengapa? Karena anda akan konsisten bertindak sejalan dengan kepercayaan anda. Kita dapat melihat kepercayaan seseorang hanya dengan melihat apa yang mereka lakukan. Tindakan merupakan perwujudan dari kepercayaan. 

Hukum ini berlaku dua arah. Pertama, kepercayaan menentukan tindakan yang kita lakukan. Sebaliknya, dengan secara sadar mengendalikan setiap tindakan kita, maka kita dapat secara tidak langsung membentuk dan mengendalikan kepercayaan kita. Dengan selalu melakukan tindakan yang sejalan dengan kepercayaan yang ingin anda kembangkan, maka anda akhirnya pasti akan mampu membangun kepercayaan itu, sama halnya dengan anda melatih otot anda dengan mengangkat barbel. 

Misalnya anda percaya bahwa anda ditakdirkan untuk menjadi seorang pembicara publik yang berhasil, dan anda berjalan, bersikap, berbicara, dan bertindak layaknya seorang pembicara publik yang sukses, setiap hari, maka cepat atau lambat anda akan mengembangkan mind-set sebagai seorang pembicara publik andal. Dan bila anda mulai mengembangkan mind-set ini, anda akan mendapatkan hasil yang konsisten dengan mind-set anda. Akhirnya, kepercayaan anda akan menjadi kenyataan. 

Kepercayaan anda memberi anda suatu bentuk pandang terowongan (tunnel vision). Hal ini membuat anda mengabaikan informasi, yang masuk, yang tidak konsisten dengan apa yang anda putuskan untuk anda percayai. Anda tidak selalu mempercayai apa yang anda lihat tetapi anda melihat apa yang anda percayai. 

Misalkan jika anda mutlak percaya bahwa anda pasti sukses besar dalam kehidupan, maka tidak peduli apapun yang terjadi, anda akan terus maju ke arah tujuan anda. Tidak ada apapun yang dapat menghentikan anda. 

Sebaliknya jika anda percaya bahwa sukses hanyalah soal kemujuran atau kebetulan saja maka anda akan dengan mudah menjadi patah semangat dan kecewa setiap kali segala hal tidak berjalan sesuai dengan keinginan anda. Jadi kepercayaan menetapkan anda untuk sukses maupun gagal. 

Kepercayaan yang paling berbahaya, yang lebih berbahaya dari penyakit AIDS atau Kanker adalah self-limiting belief atau kepercayaan yang bersifat melemahkan diri kita. Kepercayaan ini sangat berbahaya dan mematikan, secara mental dan emosional. Orang yang “mengidap” penyakit self-limiting belief biasanya tidak sadar bila terkena penyakit gawat ini. Lalu apa itu self-limiting belief ? Ini adalah kepercayaan yang berdasar pada keraguan dan rasa takut. 

Kepercayaan ini menghalangi anda mencapai keberhasilan. Kepercayaan ini berisi pemikiran negatip mengenai diri anda yang mengatakan bahwa anda tidak cakap, tidak kreatif, penampilan anda buruk, anda tidak punya kelebihan, anda orang bodoh, dan tidak berenergi. Setiap kali anda meragukan kemampuan anda maka anda memberikan energi pada kepercayaan itu. Semakin sering anda mengulangi perilaku buruk, akibat dari kepercayaan yang salah, maka semakin kuat kepercayaan negatip itu. 

Hampir semua kepercayaan yang membatasi diri kita sama sekali tidak benar. Kepercayaan ini terbentuk berdasarkan informasi negatif yang anda masukkan ke dalam hati dan anda menerima hal ini sebagai sesuatu yang benar. Begitu anda menerima kepercayaan itu sebagai sesuatu yang benar, maka kepercayaan anda akan menjadi realita anda. Untuk mengatasi hal ini anda harus menantang dan mempertanyakan kebenaran kepercayaan anda. Anda perlu memeriksa sumber dan keabsahan kepercayaan anda. 

Untuk berkembang kita perlu bersikap kritis bahkan terhadap kepercayaan kita yang paling dalam. Kita perlu berani bertanya pada diri sendiri, “Bagaimana saya tahu dan yakin bila kepercayaan ini adalah benar? Bagaimana bila ternyata kepercayaan ini salah dan sangat merugikan hidup saya?” 

HUKUM MENTAL #4: HUKUM KONSENTRASI 

Hukum Konsentrasi menyatakan bahwa semakin anda memikirkan sesuatu maka semakin besar kapasitas dan energi mental yang anda curahkan pada hal itu yang mengakibatkan pikiran itu menjadi semakin kuat. Selanjutnya pikiran yang semakin kuat ini akan memengaruhi dan mengendalikan perilaku anda. Efeknya seperti bola salju yang semula masih kecil. Saat menggelinding dari atas bukit ke lembah maka ia membangun momentum menjadi semakin besar dan semakin kuat hingga akhirnya sangat sulit dihentikan. 

Kekuatan hukum ini ibarat pedang bermata dua, bisa membantu anda dan bisa menghancurkan hidup anda. Jika anda terus berpikir mengenai goal anda, maka pikiran ini akan mendominasi semua pemikiran, ucapan, perasaan, perbuatan, dan tindakan anda. Semakin anda memikirkan tujuan anda, maka semakin kuat pikiran ini dan semakin fokus anda untuk mencapainya. Semakin sering anda memikirkannya maka semakin termotivasi anda untuk mencapainya. 

Sebaliknya, bila anda, secara sadar atau tidak, selalu memikirkan hal yang tidak anda inginkan, maka pemikiran ini akan mendominasi semua pikiran,perasaan, ucapan, perbuatan, dan tindakan anda sehingga akhirnya apa yang tidak anda inginkan akan menjadi kenyataan bagi anda. 

Sering kali dalam sesi diskusi atau konsultasi dengan klien atau peserta pelatihan Quantum Life Transformation (QLT), saya menanyakan pertanyaan, “Apa yang ingin anda capai dalam hidup?”. 

Jawabannya beragam. Namun ada satu hal yang konsisten. Mereka yang hidupnya biasa-biasa atau malah serba kekurangan, biasanya memberikan jawaban, “Saya tidak mau hidup susah. Saya sudah cukup menderita. Saya tidak ingin dipandang rendah oleh orang lain. Saya sudah capek hidup miskin”. Sebaliknya, orang sukses atau yang mempunyai prestasi tinggi akan menjawab, “Saya ingin mengembangkan usaha saya ke kota lain. Saya ingin meningkatkan penghasilan saya tiga kali lipat dalam tahun ini. Saya ingin membawa keluarga saya liburan ke luar negeri akhir tahun ini”. Anda bisa lihat bedanya? 

Orang gagal adalah orang yang selalu memikirkan apa yang tidak mereka inginkan. Sesuai dengan hukum Konsentrasi, semakin mereka fokus pada hal yang tidak inginkan, justru semakin kuat pikiran mereka memikirkan hal itu. Dan akhirnya mereka mendapatkan apa yang tidak mereka inginkan. Sebaliknya orang sukses selalu memikirkan hal yang mereka inginkan. Dan mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. 

Untuk dapat menggunakan hukum Konsentrasi dengan maksimal, anda perlu menuliskan apa yang anda inginkan, kemudian secara konsisten memikirkan hal itu, membicarakannya, bertindak, dan bertumbuh dan berkembang menjadi orang yang layak untuk mendapatkan keberhasilan yang diinginkan. Ada dua cara untuk menggunakan hukum ini. Pertama, dengan pikiran sadar Anda terus menerus mengingat goal Anda. Ini tentu akan sangat melelahkan dan efeknya biasanya kurang kuat dan membutuhkan waktu lama. 

Kedua, dengan menggunakan pikiran bawah sadar. Caranya adalah dengan menanamkan goal ini di pikiran bawah sadar serta diberi program untuk bisa terus mengingat dan memperkuat goal ini secara berkelanjutan. Cara kedua ini memang membutuhkan teknik namun tidak sesulit yang dibayangkan orang. 

HUKUM MENTAL #5: HUKUM DAYA TARIK 

Hukum Daya Tarik mengatakan bahwa anda adalah sebuah magnet hidup yang menarik ke dalam hidup anda orang-orang atau situasi yang serasi dengan pemikiran dominan anda. Semakin banyak emosi yang anda kaitkan dengan suatu pemikiran, semakin besar tingkat getaran dan daya pancarnya dan semakin cepat anda menarik, ke dalam hidup anda, orang dan situasi yang serasi dengan pemikiran tersebut. 

Pikiran anda menciptakan suatu medan energi yang bergetar pada kecepatan yang ditentukan oleh tingkat intensitas emosi yang menyertai pemikiran tersebut. Semakin anda bergairah, atau merasa takut, semakin cepat pemikiran anda memancar dari diri anda dan menarik orang-orang dan situasi yang serupa kembali ke kehidupan anda. 

Saat anda positif dan optimis mengenai diri anda, maka pikiran anda memancarkan gelombang yang akan menarik orang, kejadian, situasi, sumber daya, pelanggan, atau apa saja yang sejalan dengan frekuensi itu. Demikian juga sebaliknya. Bila pemikiran anda yang dominan adalah yang negatip, maka anda akan menarik semua hal yang negatip ke dalam hidup anda. 

Hukum Daya Tarik ini yang ramai dibicarakan dengan sebutan The Law of Attraction (LOA). 

HUKUM MENTAL #6: HUKUM KESESUAIAN 

Hukum Kesesuaian mengatakan , “Dunia di luar diri anda merupakan cerminan dari dunia di dalam diri anda”. Hukum ini menyatakan  bahwa anda bisa mengetahui apa yang terjadi di dalam diri anda dengan melihat kepada apa yang terjadi di sekeliling anda. Hukum ini juga sering disebut dengan “As above so below” atau “As within so without.” 

Goethe berkata: “Orang harus menjadi sesuatu supaya bisa melakukan sesuatu.” Maksudnya yaitu anda harus menjadi orang yang berbeda di dalam diri anda sebelum anda melihat hasil yang berbeda di luar anda. 

Dunia luar anda merupakan cermin yang memantulkan kembali siapa diri anda, dalam setiap aspek kehidupan anda. Cerminan ini tidak menggambarkan siapa anda ingin menjadi, atau siapa yang anda pura-pura menjadi. Namun apa yang muncul dalam cermin diri itu adalah siapa diri anda yang sesungguhnya pada saat ini. 

Lalu bagaimana cara untuk mengetahui dunia di dalam diri kita ? Mudah. Coba perhatikan sikap anda terhadap orang lain dan lingkungan anda. Sikap orang lain atau lingkungan terhadap diri anda adalah cerminan dari sikap anda terhadap mereka. Jika anda bersikap baik dan menghargai diri anda, maka anda akan melakukan yang sama terhadap orang lain. 

Jadi, cara orang lain memperlakukan diri anda sebenarnya merupakan cerminan dari apa yang anda pikirkan mengenai diri anda dan apa yang anda pikirkan mengenai lingkungan anda. Siapa kawan atau teman bergaul anda menggambarkan siapa diri anda sebenarnya. Jika anda bergaul dengan orang yang mempunyai nilai dan prinsip hidup yang baik maka hal ini berarti anda juga orang baik. Jika anda bergaul dengan orang yang tidak baik maka diri anda juga tidak baik. Ada satu pepatah yang sangat bagus yang berbunyi, “Birds of the same feather flock together” atau “Burung yang warna bulunya sama akan berkumpul bersama-sama”.  

HUKUM MENTAL #7: HUKUM PENGENDALIAN  

Hukum Pengendalian mengatakan bahwa anda merasa positip tentang diri anda sebatas anda merasa memegang pengendalian atas kehidupan anda. Demikian juga anda merasa negatif tentang diri anda sebatas anda merasa tidak memegang pengendalian, atau anda dikendalikan oleh suatu daya, orang atau pengaruh luar. 

Dalam psikologi, hukum ini disebut sebagai teori “fokus pengendalian”. Pada umumnya sebagian besar stress, kegelisahan, ketegangan dan penyakit psikosomatis datang sebagai akibat perasaan bahwa orang itu berada di luar kendali, atau tidak bisa mengendalikan suatu bagian penting dari kehidupannya. 

Sebagai contoh, kalau anda merasa bahwa hidup anda dikendalikan oleh utang anda, bos anda, atau gangguan kesehatan anda, atau hubungan yang buruk , atau perilaku orang lain, maka anda akan menderita stress. Stress ini akan muncul dalam bentuk kekesalan, kemarahan, dan rasa tidak senang. Kalau tidak diatasi, ini bisa meningkat menjadi insomnia, tekanan jiwa atau berbagai penyakit. Bahkan bisa kena 3S, yaitu Stress, Stroke, dan Stop alias meninggal. Dalam setiap kasus, pengendalian atas kehidupan anda dimulai dengan pemikiran anda, satu-satunya hal yang bisa anda kendalikan sepenuhnya. 

Disiplin pribadi, penguasaan diri, pengendalian diri semuanya dimulai dengan pengambilan kendali anda atas pemikiran anda. Pikiran andalah yang menentukan apa arti suatu kejadian itu terhadap diri anda. Sebagaimana Eleanor Roosevelt berkata,” Tidak ada seorang pun yang bisa membuat diri anda rendah tanpa persetujuan anda.” 

Pada dasarnya ada dua cara yang memungkinkan anda bisa mendapatkan pengendalian atas situasi apa saja yang menyebabkan anda menderita. Pertama, anda bisa mengambil tindakan untuk mengatasi hal tersebut. Yang kedua, anda meninggalkan situasi tersebut. 

Salah satu tanggung jawab utama anda adalah menjaga agar kehidupan anda selalu berada di bawah pengendalian anda. Rasa pengendalian ini menjadi landasan anda untuk membangun kebahagian dan sukses anda yang lebih besar di masa mendatang. Pastikan bahwa landasan rasa pengendalian ini kuat seperti batu karang.

Sumber : adiwgunawan.com

 

RAHASIA MUDAH RELAKSASI

Pembaca yang bijaksana, relaksasi berasal dari kata rileks yang bisa diartikan nyaman, santai, tenang. Sebenarnya kapanpun kita mau kita bisa melakukan relaksasi walaupun mungkin hanya beberapa menit. Relaksasi yang saya maksud disini adalah relaksasi pikiran dan mental. Biasanya apabila pikiran kita sudah rileks badan kita pun akan ikut rileks juga. Pertanyaannya sekarang kenapa kita harus repot-repot melakukan relaksasi? Apa manfaat dari relaksasi?

Relaksasi adalah jalan atau jembatan kita menuju pikiran bawah sadar (baca artikel saya : Cara kerja pikiran bawah sadar) dan dengan kita rutin melakukan relaksasi, efek terhadap tubuh kita pun sangat bagus kita menjadi lebih segar, lebih fit dan lebih sehat. Belum lagi efek untuk pikiran dan mental kita, kita akan lebih tenang, lebih bisa mengendalikan emosi,  dan tentunya apabila ada emosi-emosi mengganggu yang muncul dan berasal dari masa lalu, kita bisa mengenali dan menetralisir emosi tersebut atau melakukan self therapy.

Dari penjelasan saya kepada klien maupun teman saya tentang manfaat relaksasi timbul pertanyaan yang sering saya jumpai, “Kenapa saya ini kok sulit relaksasi ya, pikiran kemana-mana dan tidak bisa rileks?”, “Anda yakin belum rileks”, tanya saya. Sebenarnya untuk mengetahui apakah kita sudah rileks atau belum kita membutuhkan alat yang dinamakan Electroencephalography (EEG) dan alat ini juga digunakan didunia kedokteran. Dengan alat ini kita akan tahu gelombang otak kita turun dari kondisi gelombang beta ke gelombang Alfa turun lagi ke gelombang theta dan turun lagi ke gelombang Delta. (Baca artikel: Apa Itu Gelombang Otak?). Bila gelombang otak kita semakin turun yang terjadi adalah tidur.

Untuk relaksasi, kita cukup berada di alfa atau theta dan rasakan perasaan nyaman yang luar biasa (feel good). dengan anda tutup mata saja anda sudah mulai masuk ke kondisi alfa kemudian anda rasakan atau bayangkan berada di tempat yang anda suka (bisa sambil dengarkan musik yang lembut). Intinya untuk masuk ke kondisi relaksasi mental yang dalam adalah niat dan pasrah, dengan niat dan pasrah kita tidak perlu lagi memikirkan atau bertanya-tanya apakah kita sudah rileks atau belum, hanya EEG yang tahu…. dan diri kita.

Bagaimana anda mau mencoba?  

PAST LIFE REGRESSION

Banyak klien menanyakan mengenai kehidupan masa lampau atau kehidupan sebelum kita dilahirkan dan tidak sedikit dari mereka yang memfonis dirinya mungkin bermasalah dikehidupan ini karena akibat dari kehidupan masa lampaunya, klien ini biasanya sudah sering membaca buku atau artikel tentang kehidupan masa lamapu atau biasa disebut Past Life. Bahkan ada klien yang sangat penasaran dan memohon untuk dibimbing kekehidupan sebelum dia dilahirkan saat ini, tentu saja klien ini saya tolak karena hal ini bertentangan dengan kode etik kami sebagai Hipnoterapis kecuali dalam ranah terapi dan klien secara tidak sengaja mundur ke kehidupan masa lampaunya.

Hm…  tapi benarkah kehidupan masa lampau ada?

Pembaca yang bijaksana, dalam dunia Hipnoterapi ada istilah Regresi yaitu salah satu teknik terapi untuk membawa klien mundur ke masa lalunya atau bahkan ke masa kehidupan sebelum kita dilahirkan. Dengan teknik ini tidak menutup kemungkinan kita menemukan akar masalah yang dihadapi klien. Regresi yang baik adalah regresi spontan yang artinya klien dalam proses terapi tanpa sengaja mundur kekehidupan lampaunya. Bagi kebanyakan orang ini akan menjadi sebuah kontroversi apakah benar kita pernah hidup sebelum kita dilahirkan?.

Banyak sekali buku-buku yang mengulas tentang kehidupan masa lampau dan kami sering kali menjumpai di ruang terapi, klien yang masuk kondisi relaksasi yang sangat dalam dan kita bimbing mundur ke masa lalunya, ternyata yang terjadi adalah klien mundur sangat jauh melewati masa di kandungan dan sampai sebelum dia dilahirkan. Klien dengan sangat mudah menceritakan apa yang terjadi, bagaimana kehidupannya saat itu dan apa yang terjadi bahkan klien bisa bercerita tentang kematiannya disebabkan oleh apa, uniknya ada klien yang mengaku berasal dari negeri tertentu dan bisa berbahasa negeri tersebut walaupun dalam kehidupan saat ini klien tidak bisa berbahasa tersebut.

Apakah ini hanya sebuah imajinansi yang muncul dari pikiran bawah sadar klien atau memang benar-benar terjadi sebelumnya? Apakah kita harus mempercayai semua yang dikatakan klien? Bagi kami sebagai seorang Hipnoterapis bukan masalah percaya atau tidak percaya tetapi tujuan yang terpenting adalah klien sembuh dan terbebas dari belenggu masalahnya karena sekali lagi sebagaian besar akar masalah klien berasal dari masa lalu klien.

Lalu bagaimana pendapat anda, apakah perlu memperdebatkan hal ini, saya rasa biarkan ini menjadi rahasia alam semesta dan Sang Pencipta.