APAKAH PASTI SEMBUH DAN BERAPA SESI?

Banyak sekali klien yang bertanya, apakah masalahnya “pasti” bisa disembuhkan dengan hipnoterapi dan berapa sesi yang dibutuhkan?

Pembaca yang bijaksana, Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya tentang prosedur terapi, bahwa hipnoterapi adalah kontrak upaya bukan kontrak hasil, yang artinya Hipnoterapis berupaya semaksimal mungkin dengan tehnik terapi yang dikuasainya untuk membantu klien sembuh atau berubah kearah yang lebih baik. Hipnoterapis professional tidak seharusnya mengatakan “pasti sembuh” kepada klien karena Hipnoterapis bukan Tuhan yang bisa menggaransi kesembuhan klien, walaupun dari pengalaman saya membantu banyak klien selama ini tingkat kesembuhannya cukup tinggi tetap saja saya tidak boleh mengatakan pasti sembuh. Kalau ada hipnoterapis yang memastikan atau menggaranti anda “pasti” sembuh berarti anda harus berfikir ulang untuk terapi.

Hipnoterapi sudah terbukti secara ilmiah mampu mengatasi masalah yang berhubungan dengan pikiran dan emosi. Berdasarkan pengalaman saya menangani banyak klien selama ini, akar permasalahan klien adalah pikirannya dalam hal ini adalah pikiran bawah sadar (PBS). PBS inilah yang memunculkan emosi dan simtom tertentu yang mengganggu. (baca : penyakit psikosomatis). Bahkan di Amerika hipnoterapi dikelompokan kedalam salah satu cabang ilmu psikilogi.  

Kesembuhan klien tidak tergantung dari si hipnoterapisnya saja tetapi peran klien pun sangat penting dalam hal ini. Saya ibaratkan anda pergi ke seorang dokter katakanlah dokter ini adalah dokter specialis, saat anda bertemu dokter ini anda di diagnosa menderita kanker kemudian anda bertanya apakah dokter bisa menyembuhkan penyakit anda? Jawabannya tergantung, Tidak mungkin dokter itu akan menjawab pasti bisa, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan lanjutan dan memberi obat tertentu, mungkin juga makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh anda konsumsi. Mengenai nanti anda sembuh atau tidak tergantung dari pola hidup anda sehari-hari, apakah anda mengikuti petunjuk dokter atau tidak dan juga atas ijin Tuhan tentunya. Artinya sehebat apapun dokternya tidak bisa memberikan jaminan kesembuhan. Yang bisa dilakukan dokter adalah berusaha menyembuhkan pasien dengan skil danpengetahuannya. Begitu juga dengan Hipnoterapis yang berusaha membantu klien sembuh atau berubah kearah yang lebih baik.

Untuk berapa sesi yang dibutuhkan, setiap klien memiliki permasalahan yang berbeda-beda, bisa berat, sedang atau masalah biasa (ringan) dan yang perlu diingat pikiran bawah sadar setiap orang berbeda responnya saat terapi berlangsung, semakin mudah pikiran bawah sadar klien berkomunikasi dan bekerjasama dengan hipnoterapis semakin mudah pula terapi dilakukan dan semakin cepat permasalahan klien bisa diatasi. Untuk itu sebagai seorang hipnoterapis profesional tentu saja tidak bisa memastikan berapa sesi yang harus dijalani klien dalam mengatasi masalahnya sebelum klien bertemu dengan hipnoterapisnya. Masalah ringan mungkin hanya membutuhkan 1 sesi terapi. Dalam hal ini ada banyak faktor yang mempengaruhi efektivitas terapi dan hal-hal yang perlu diperhatikan saat terapi.

Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi efektifitas terapi yang berimbas pada kesembuhan klien:

  • Kerjasama pikiran bawah sadar klien, yang artinya semua bagian pikiran bawah sadar klien mau bekerjasama untuk kesembuhan diri klien, intinya klien bersedia dan mengijinkan dirinya untuk diterapi.
  • Saat diterapi apakah klien bersungguh-sungguh ingin sembuh atau sekedar coba-coba, kalau hanya sekedar mencoba dan tidak sungguh-sungguh sudah tentu terapi tidak akan efektif.
  • Klien menganalisa jalannya terapi yang artinya klien tidak mengikuti bimbingan hipnoterapis  dan banyak pertanyaan-pertanyaan dalam diri klien saat terapi berlangsung.
  • Takut, rasa takut adalah hal yang wajar bagi seseorang apalagi seringkali kita mendengar hal yang negatif mengenai “Hipnotis”. Hipnoterapis professional akan menjelaskan tentang apa itu hipnoterapi dan bagaimana prosedurnya sebelum melakukan terapi sehingga klien mengerti dan siap untuk diterapi.
  • Tidak yakin dan ragu pada Hipnoterapisnya. Mengapa saya katakan demikian? Apabila diawal klien sudah merasa ragu dengan hipnoterapisnya sudah tentu kerjasama antara hipnoterapis dan pikiran bawah sadar klien kurang bagus. Klien harus percaya dan yakin terhadap hipnoterapis yang dipilih untuk menerapinya sehingga pikiran bawah sadar klien lebih bisa bekerjasama mengatasi masalah klien.
  • Terapi tidak atas kemauan sendiri atau dipaksa orang lain. Seringkali saya menerima telepon dari orangtua yang ingin anaknya diterapi tetapi setelah saya konfirmasi ternyata anak tersebut tidak merasa ada masalah dengan dirinya alias tidak perlu ada yang diterapi, hal ini tentu tidak bisa dipaksakan karena terapi akan sangat tidak efektif.
  • Klien berfikir tentang harga, artinya dengan biaya yang akan dikeluarkan klien merasa bimbang apakah sembuh atau tidak. Pikiran bawah sadar klien tahu bahwa klien sebenarnya masih sayang atau eman mengeluarkan biaya untuk kesembuhan dirinya sendiri.  Hal ini juga sangat berpengaruh terhadap kesembuhan klien.
  • Hipnoterapis tidak menjelaskan tehnik untuk masuk relaksasi yang dalam kepada klien sehingga klien sulit fokus dan tidak rileks, Hipnoterapis profesional akan menjelaskan protokol terapi dan memberikan latihan masuk kondisi relaksasi sebelum terapi, karena kondisi kedalaman relaksasi berpengaruh terhadap efektifitas terapi.

Diatas merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi efektivitas diterapi, masih banyak factor lain yang tidak saya bahas disini yang menyangkut tehnik terapi dan kedalaman pengalaman seorang hipnoterapis.

Pembaca, untuk sembuh atau terbebas dari masalah, kita harus bersedia membayar harga yaitu: waktu, niat, upaya, perasaan serta biaya materi tentunya. Untuk itu apabila anda merasa ada masalah dalam diri anda dan anda sudah punya niat untuk sembuh atau berubah lakukan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas. Karena itu kunci awal dari perubahan hidup kita kearah yang lebih baik.

Semoga tulisan saya kali ini cukup menjawab pertanyaan sahabat-sahabat semua.

MANUSIA PUNYA BAGIAN DIRI

Beberapa waktu yang lalu saya asyik berbincang dengan kawan saya di sebuah pertokoan, setelah lama mengobrol, teman saya menanyakan hal yang dirasa ada masalah dalam hidupnya. Kawan saya itu sangat ingin mengajukan kredit kepemilikan rumah atau KPR tetapi selama ini setiap mau mengajukan KPR selalu ada bagian dirinya yang takut dan kawatir nanti tidak bisa mencicil per bulannya, akhirnya tidak jadi ambil KPR  padahal kalau dari sisi pendapatan kawan saya mampu untuk membayar DP dan cicilannya.

Pembaca yang bijaksana, sebenarnya yang dialami kawan saya adalah hal yang kedengarannya “wajar” tetapi hal itu sangat mengganggu kemajuan dan pencapaian hidup kawan saya itu. Tetapi lebih dari itu, apa sebenarnya yang terjadi dalam diri seseorang sehingga muncul pertentangan atau konflik seperti  itu di dalam dirinya? Mengapa saya sebut pertentangan karena sebenarnya ada bagian diri kawan saya itu yang sangat ingin memiliki rumah sendiri tetapi di sisi lain ada bagian diri yang lain dari kawan saya kawatir masalah cicilanya. Apakah hal ini kalau dibiarkan kawan saya akan mempunyai rumah?

Mengapa dalam diri seseorang terjadi pertentangan atau biasa saya sebut konflik diri (inner conflict)?

Sebenarnya dalam diri kita terdapat bagian-bagian diri yang disebut Ego Personality (EP). EP sendiri  terdiri dari  part, introject, identofact dan alter.

Apa maksud dari bagian-bagian tersebut?

Berikut penjelasannya:

  • Part adalah bagian diri kita yang tercipta bisa dari pengalaman masa lalu dan pemaknaan yang terjadi selama pengalaman hidup kita dan ini sangat dipengaruhi oleh belief dan value yang kita pegang.  Part yang ada dalam diri kita bisa bermacam-macam dan tidak menutup kemungkinan ada konflik diantara part tersebut. Misalnya begini, ambil contoh anda pergi ke sebuah restoran, setelah anda duduk anda akan disodori menu oleh pelayan restoran tersebut, setelah anda membaca menu anda mulai bingung menentukan makanan apa yang akan anda pesan, misalnya satu bagian diri anda ingin makan nasi goreng tapi satu bagian yang lain ingin order atau makan sop buntut, cukup lama anda menimbang sampai akhirnya anda memutuskan mana yang harus di order.

Pembaca yang bijaksana, ini yang biasanya kita sebut inner conflict, dari contoh kasus tersebut mungkin kita menganggap hal itu biasa karena itu masalah memilih makanan tetapi bagaimana semisal konflik tersebut adalah tentang keputusan yang menentukan kelangsungan hidup kita atau keputusan yang sangat penting dalam hidup kita seperti yang dialami teman saya yang saya ceritakan diatas.  Ada part yang bisa menjadi marah karena keputusan kita atau perilaku kita sehari-hari tidak disukai salah satu part kita, yang akhirnya part kita ini bisa menghukum kita dengan “masalah”, bisa sakit fisik yang ditimbulkan ataupun hambatan-hambatan dalam kemajuan hidup kita. (Baca artikel saya : Penyakit Psikosomatis)

  • Introject adalah gambaran dalam pikiran kita tentang orang-orang yang ada disekitar kita, bisa keluarga, tetangga ataupun orang yang tidak kita kenal tetapi pernah kita temui dalam keseharian kita. Dalam beberapa kasus yang saya tangani, introject bisa bersifat mengganggu atau mendukung kita. Suatu contoh saya pernah menangani klien yang sangat mudah sedih padahal klien ini cukup sukses dalam hidupnya, klien tidak mengerti mengapa dia mudah sedih. Saat proses terapi saya mencoba menggali akar masalah klien, ternyata saya menemukan penyesalan yang dalam di diri klien, dengan kesuksesannya saat ini klien merasa belum sempat membahagiakan kedua orangtuanya yang sudah meninggal. Hal ini mungkin terdengar sepele atau aneh tetapi yang terjadi pada klien saya sangat menganggu hidupnya, klien merasa malu yang sediki-sedikit menangis bila melihat atau mengalami hal yang membuat dia sedih walaupun itu tidak ada hubunganya dengan dirinya atau keluarganya. Terkadang klien saya ini bisa sedih saat berada di kamar sendiri tanpa sebab tertentu. Untuk menterapi klien yang bermasalah seperti ini biasanya saya menggunakan tehnik forgiveness therapy.
  • Identofact adalah orang-orang yang ada dalam pikiran kita dan bersifat mengganggu atau jahat terhadap kita, misalnya orang-orang yang telah menyakiti kita atau yang membuat hidup kita menderita. Hampir sama dengan introject, identofact sangat mempengaruhi hidup kita. Pernah saya menangani klien yang menyimpan amarah yang luar biasa, klien saya ini dendam dengan seseorang dimana beliau sudah berusaha melupakan dan memaafkan orang tersebut tetapi sangat sulit karena pikiran bawah sadarnya belum bisa menerima dan memaafkan perlakuan orang tersebut terhadap dirinya. Bagaimanapun juga perasaan dendam, marah, kecewa yang tersimpan didalam diri kita akan sangat mengganggu pikiran kita, tanpa disadari energi psikis kita akan terkuras hanya untuk memikirkan masalah ini. Terlebih banyak klien yang menderita kanker ternyata akar masalahnya karena pikiran bawah sadarnya belum bisa memaafkan orang-orang yang pernah menyakitinya.
  • Alter adalah bagian diri kita sendiri yang bersifat jahat dalam hal ini bersifat ekstrim karena menginginkan diri kita untuk bunuh diri. Orang yang putus asa, merasa diri tidak berharga, tidak berdaya sangat rentan muncul bagian diri yang disebut alter. Butuh penanganan yang cukup hati-hati bila menghadapi klien yang mempunyai permasalahan seperti ini.

Apakah bagian diri bisa di akses dan bagaimana cara mengakses bagian diri kita?

Seringkali saya mendapat pertanyaan demikian, dimana banyak teman atau klien berfikir masa iya kita punya bagian diri yang lain, bahkan ada yang berfikir siapa sebenarnya bagian diri kita ini apakah ini dari mahkluk lain yang masuk tubuh kita.

Pembaca yang bijaksana, sekali lagi saya tekankan bagian diri atau Ego Personality (EP) adalah bagian dari diri kita sendiri, dia bukan berasal dari mahkluk lain yang masuk ke tubuh kita. Seperti yang sudah saya singgung diatas pembentukan EP ini bisa berasal dari pengalaman masa lalu kita, kejadian-kejadian yang kita alami yang biasanya pada saat itu diri kita berada pada emosi yang intens sehingga pada saat itu timbul pemaknaan terhadap kejadian tersebut dan terbentuklah EP.

Untuk mengakses EP sangat mudah, coba anda berlatih mengakses EP dengan teman anda, caranya begini: Siapkan beberapa pertanyaan mudah kepada teman anda tetapi minta teman anda untuk menjawab dalam hati saja, misal coba tanyakan nama teman anda, dimana tinggal, berapa punya saudara, hari ini memakai baju apa dan lain sebagainya.  Teman anda pasti punya jawaban walaupun hanya dalam hati saja, nah yang menjawab pertanyaan-pertanyaan anda itulah EP teman anda. Anda bisa juga bergantian meminta teman anda yang bertanya dan anda menjawab dalam hati dengan begitu anda sudah mengakses EP anda. Mudahkan.  Tetapi ingat untuk ranah terapi membutuhkan tehnik khusus untuk menerapi EP yang “bermasalah.” Biasanya EP yang bermasalah mempunyai peran yang kuat dalam diri kita.

Selamat mencoba.

APA ITU GELOMBANG OTAK?

Otak Anda terdiri dari milyaran sel otak yang disebut neuron. Setiap neuron saling berkomunikasi (menjalin hubungan) dengan memancarkan gelombang listrik. Gelombang listrik yang dikeluarkan oleh neuron dalam otak inilah yang disebut “gelombang otak” atau brainwave. Jadi yang disebut gelombang otak adalah “arus listrik” yang dikeluarkan oleh otak. Apabila otak tidak lagi mengeluarkan gelombang otak, maka kita tahu bahwa otak tersebut sudah mati.

Gelombang otak bisa diukur dengan peralatan Electroencephalograph (EEG). Diketahui bahwa frekuensi gelombang otak yang dihasilkan oleh neuron bervariasi antara 0-30 Hz dan digolongkan menjadi gelombang delta, theta, alpha dan beta. Setiap gelombang punya karakteristik yang berbeda-beda serta menandakan kondisi mental seseorang.

Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai karakteristik empat jenis gelombang otak yang umumnya muncul pada setiap orang:

Gelombang BetaWaspada, Konsentrasi.

Kondisi gelombang otak Beta (13-30 Hz) menjaga pikiran kita tetap tajam dan terfokus. Dalam kondisi Beta, otak Anda akan mudah melakukan analisis dan penyusunan informasi, membuat koneksi, dan menghasilkan solusi-solusi serta ide-ide baru. Beta sangat bermanfaat untuk produktivitas kerja, belajar untuk ujian, persiapan presentasi, atau aktivitas lain yang membutuhkan konsentrasi dan kewaspadaan tinggi.

Gelombang AlphaKreativitas, Relaksasi, Visualisasi

Gelombang otak Alpha (8-13 Hz) sangat kontras dibandingkan dengan kondisi Beta. Kondisi relaks mendorong aliran energi kreativitas dan perasaan segar, sehat. Kondisi gelombang otak Alpha ideal untuk perenungan, memecahkan masalah, dan visualisasi, bertindak sebagai gerbang kreativitas kita.

Gelombang ThetaRelaksasi mendalam, Meditasi, Peningkatan Memori

Lebih lambat dari Beta, kondisi gelombang otak Theta (4-8 Hz) muncul saat kita bermimpi pada tidur ringan. Atau juga sering dinamakan sebagai mengalami mimpi secara sadar. Frekuensi Theta ini dihubungkan dengan pelepasan stress dan pengingatan kembali memori yang telah lama. Kondisi “senjakala” (twilight) dapat digunakan untuk menuju meditasi yang lebih dalam, menghasilkan peningkatan kesehatan secara keseluruhan, kebutuhan kurang tidur, meningkatkan kreativitas dan pembelajaran.

Gelombang DeltaPenyembuhan, Tidur Sangat Nyenyak.

Kondisi Delta (0.5-4 Hz), saat gelombang otak semakin melambat, sering dihubungkan dengan kondisi tidur yang sangat dalam. Beberapa frekuensi dalam jangkauan Delta ini diiringi dengan pelepasan hormon pertumbuhan manusia (Human Growth Hormone), yang bermanfaat dalam penyembuhan. Kondisi Delta, jika dihasilkan dalam kondisi terjaga, akan menyediakan peluang untuk mengakses aktivitas bawah sadar, mendorong alirannya ke pikiran sadar. Kondisi Delta juga sering dihubungkan dengan manusia-manusia yang memiliki perasaan kuat terhadap empati dan intuisi.

Pandangan keliru yang selama ini ada dalam benak banyak orang adalah otak hanya menghasilkan satu jenis gelombang pada suatu saat. Saat kita aktif berpikir kita berada pada gelombang beta. Kalau kita rileks kita berada di alfa. Kalau sedang melamun, kita di theta. Dan, kalau tidur lelap kita berada di delta. Pandangan itu salah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada suatu saat, pada umumnya, otak kita menghasilkan empat jenis gelombang  secara bersamaan, namun dengan kadar yang berbeda. Misalnya dalam kondisi tidur, otak kita lebih banyak memproduksi gelombang delta, tapi tetap memproduksi theta, alpha dan beta walaupun kadarnya sedikit.

Setiap orang punya pola gelombang otak yang unik dan selalu konsisten. Keunikan itu tampak pada komposisi jenis gelombang pada saat tertentu. Komposisi gelombang otak itu menentukan tingkat kesadaran seseorang. Meditasi adalah salah satu cara paling kuno untuk mengatur pola gelombang otak. Sedangkan bagi masyarakat modern yang sibuk, Terapi Gelombang Otak menjadi salah satu cara favorit untuk mengatur pola gelombang otak agar sesuai dengan kebutuhan.

Sebenarnya, selain 4 jenis gelombang yang kami sebutkan diatas (Delta, Theta, Alpha dan Beta) masih ada gelombang otak yang lebih tinggi yaitu Gamma dengan frekuensi 40-99 Hz, HyperGamma dengan frekuensi tepat 100 Hz dan gelombang Lambda dengan frekuensi tepat 200 Hz. Menurut Dr. Jeffrey. D. Thompson, dari Center for Acoustic Research, gelombang HyperGamma dan Lambda berhubungan dengan kemampuan supranatural, metafisika atau paranormal.

Sedangkan Gelombang Gamma terjadi ketika seseorang mengalami aktifitas mental yang sangat tinggi, misalnya sedang berada di arena pertandingan, perebutan kejuaraan, tampil dimuka umum, sangat panik, ketakutan, terburu-buru karena dikejar deadline pekerjaan atau keadaan lain yang sangat menegangkan bagi orang tersebut.

Sumber : Neurotherapy Indonesia

Artikel Hipnoterapi

ARTIKEL HIPNOTERAPI 

Sebelum saya menjelaskan tentang Hipnoterapi perlu saya jelaskan
terlebih dahulu mengenai Hipnosis dan apa hubunganya dengan Hipnotis
yang berkembang di masyarakat. 

Menurut Definisi U.S. Dept. of Education, Human Services
Division
: “hypnosis is the by-pass of the critical factor of the conscious
mind followed by the establishment acceptable selective thinking
” kalau diartikan
dalam bahasa Indonesia kurang lebih “hipnosis adalah penembusan faktor kritis pikiran
sadar diikuti dengan diterimanya suatu pemikiran tertentu (sugesti).” 

Definisi secara umum Hipnosis adalah kondisi
dimana pikiran kita sangat rileks. Kondisi ini setiap hari kita alami contohnya pada
saat kita mengantuk tetapi kita masih mendengar suara-suara disekeliling kita atau
kondisi pada saat kita bangun tidur, contoh lain adalah pada saat kita menonoton TV atau
film dan kita terharu sampai menitikan air mata, kondisi tersebut juga disebut kondisi
Hipnosis, kita terhipnosis oleh tayangan TV atau film tersebut. 

Kita lebih sering mendengar kata HIPNOTIS dari
pada HIPNOSIS, kalau begitu apa perbedaannya? Dan apa hubungannya
dengan HIPNOTERAPI ? 

Hipnotis sebenarnya adalah orang yang melakukan atau membimbing
orang lain atau dirinya sendiri untuk mengalami suatu kondisi Hipnosis, dengan demikian
Hipnotis adalah orangnya sedangkan Hipnosis adalah kondisinya. 

Sementara
Hipnoterapi adalah tehnik terapi yang dilakukan dalam kondisi Hipnosis
dan dilakukan secara profesional dengan keahlian khusus oleh orang yang disebut
Hipnoterapis. 

Untuk menjadi seorang Hipnoterapis dibutuhkan pendidikan khusus
dan pengalaman melakukan terapi yang dilakukan sesuai dengan  protokol dan kode etik
yang disusun secara khusus untuk menangani masalah klien. 

APA YANG TERJADI PADA SAAT KLIEN
DITERAPI?
 

Banyak pendapat mengatakan kalau klien dihipnosis berarti klien
tidak sadarkan diri artinya apa yang terjadi selama proses terapi klien tidak menyadari
yang telah terjadi. Pendapat ini tentu kurang tepat, klien atau seseorang yang
dihipnosis masih sadar dan pikiran bawah sadarnya masih aktif, jadi klien bisa menyadari
proses terapi dari awal hingga akhir. Dalam proses terapi yang terjadi adalah
Hipnoterapis menggali emosi yang menjadi akar masalah klien dalam kondisi hipnosis
(rileks) dan mebantu klien untuk menetralkan emosi tersebut sehingga kedepannya klien
memberi makna yang berbeda terhadap pengalaman yang telah dialaminya.

Suatu contoh ada klien yang mempunyai masalah tidak percaya
diri, pada saat terapi ternyata akar masalahnya adalah pada saat klien masih anak-anak
dia melihat ayahnya yang lagi marah-marah dan melempar helm sampai pecah, pada saat
itulah tercipta suatu emosi takut, dan emosi ini berimbas pada tingkat kepercayaan diri
klien sehingga klien selalu tidak percaya diri apabila ketemu orang yang baru dikenal
apalagi klien merasa orang tersebut mempunyai tingkat pengetahuan diatasnya.

Bagi klien saya, hal ini sangat mengganggu karena ini
berhubungan dengan pekerjaanya sebagai seorang marketing yang mengharuskannya bertemu
banyak orang. Setelah satu sesi terapi klien merasa percaya diri dan yang dulunya selalu
gemetar bila mau bertemu dengan seseorang sekarang sudah biasa. Ini artinya melalui
hipnoterapi klien mampu mengubah pemaknaan terhadap suatu peristiwa yang pernah
dialaminya. 

Proses terapi berlangsung melalui 3
tahap yaitu:
 

Tahap pertama adalah wawancara dimana klien dan
Hipnoterapis bisa melakukan tanya jawab dan Hipnoterapis mencatat inti masalah yang
terjadi pada klien sebagai bahan penunjang saat tahap selanjutnya. Disini klien bebas
bertanya atau berkonsultasi dengan hipnoterapis dan klien harus menceritakan sebenar-
benarnya atas apa yang terjadi pada dirinya untuk kesembuhan klien. 

Tahap kedua adalah  Penjelasan kepada klien
tentang protokol terapi yang biasa kami sebut Qualifying Protocol Guide. Pada
tahap ini klien diminta mendengarkan penjelasan hipnoterapis tentang apa saja yang harus
diketahui klien sebelum terapi dan apa saja yang harus dilakukan saat terapi
berlangsung. Untuk kesembuhan yang cepat klien harus mengerti dan menjalankan protokol-
protokol yang diberikan oleh hipnoterapis. 

Tahap ketiga adalah terapi, sebelum terapi
dilakukan hipnoterapis akan memberikan latihan-latihan masuk ke kondisi hipnosis dan
setelah mengerti, terapi bisa dilanjutkan dan hipnoterapis membimbing klien masuk ke
kondisi hipnosis atau kondisi relaksasi yang sangat dalam untuk menemukan akar masalah
yang ada pada klien.    

MENGAPA ANDA TIDAK PERLU KAWATIR DENGAN
HIPNOTERAPI
 

Mungkin bagi sebagian orang beranggapan pada saat terapi orang
takut lepas kontrol diri sehingga klien akan melakukan hal-hal yang mempermalukan
dirinya atau klien tidak sadar diperlakukan tidak baik oleh Hipnoterapisnya. Seperti
yang sudah saya jelaskan diatas bahwa klien akan menyadari apa yang terjadi saat terapi.
Manusia mempunyai pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, dalam hal ini hipnoterapis akan
mengakses pikiran bawah sadar klien dengan syarat klien harus mengijinkannya, tanpa ijin
dari klien hipnoterapis tidak akan bisa menterapi klien atau membawa masuk ke kondisi
relaksasi.

Dalam pikiran bawah sadar terdapat 4 filter mental yang akan
menjaga klien diantaranya: 

    1. Filter
      keselamatan yang akan menjaga klien terhadap keselamatannya, misal seseorang yang
      dihipnosis dan diberi pisau untuk menusuk dirinya sendiri tidak akan bisa karena kita
      mempunyai filter keselamatan tersebut.
    1. Filter
      Moral/Agama yang akan menjaga klien dari tindakan-tindakan asusila, misalnya seseorang
      yang dihipnosis untuk membuka bajunya tidak akan mau karena bertentangan dengan filter
      Moral tersebut.
    1. Filter
      Benar atau Salah
    1. Filter
      Masuk akal/tidak 

Selain itu kami sebagai Hipnoterapis lulusan Adi W Gunawan
Institute Of Mind Technology
mempunyai aturan dan kode etik  yang diterapkan dalam
menangani klien. Kerahasiaan klien pun sangat terjaga karena formulir pengisian hanya
boleh diletahui oleh hipnoterapis dan klien itu sendiri.