KONTAK HIPNOTERAPI BALI

Kontak

Alamat 

Srikandi Residence No. B3

Jl. Kunyit Tawah Sari  Br. Kwanji – Dalung – Badung – Bali

Telepon  : 0821 4700 6947

Email      :

info@gedesubrata.com

Kontak Hipnoterapi Bali

Kontak Hipnoterapi Bali 

Sebelum saya menjelaskan tentang Hipnoterapi perlu saya jelaskan
terlebih dahulu mengenai Hipnosis dan apa hubunganya dengan Hipnotis
yang berkembang di masyarakat. 

Menurut Definisi U.S. Dept. of Education, Human Services
Division
: “hypnosis is the by-pass of the critical factor of the conscious
mind followed by the establishment acceptable selective thinking
” kalau diartikan
dalam bahasa Indonesia kurang lebih “hipnosis adalah penembusan faktor kritis pikiran
sadar diikuti dengan diterimanya suatu pemikiran tertentu (sugesti).” 

Definisi secara umum Hipnosis adalah kondisi
dimana pikiran kita sangat rileks. Kondisi ini setiap hari kita alami contohnya pada
saat kita mengantuk tetapi kita masih mendengar suara-suara disekeliling kita atau
kondisi pada saat kita bangun tidur, contoh lain adalah pada saat kita menonoton TV atau
film dan kita terharu sampai menitikan air mata, kondisi tersebut juga disebut kondisi
Hipnosis, kita terhipnosis oleh tayangan TV atau film tersebut. 

Kita lebih sering mendengar kata HIPNOTIS dari
pada HIPNOSIS, kalau begitu apa perbedaannya? Dan apa hubungannya
dengan HIPNOTERAPI ? 

Hipnotis sebenarnya adalah orang yang melakukan atau membimbing
orang lain atau dirinya sendiri untuk mengalami suatu kondisi Hipnosis, dengan demikian
Hipnotis adalah orangnya sedangkan Hipnosis adalah kondisinya. 

Sementara
Hipnoterapi adalah tehnik terapi yang dilakukan dalam kondisi Hipnosis
dan dilakukan secara profesional dengan keahlian khusus oleh orang yang disebut
Hipnoterapis. 

Untuk menjadi seorang Hipnoterapis dibutuhkan pendidikan khusus
dan pengalaman melakukan terapi yang dilakukan sesuai dengan  protokol dan kode etik
yang disusun secara khusus untuk menangani masalah klien. 

APA YANG TERJADI PADA SAAT KLIEN
DITERAPI?
 

Banyak pendapat mengatakan kalau klien dihipnosis berarti klien
tidak sadarkan diri artinya apa yang terjadi selama proses terapi klien tidak menyadari
yang telah terjadi. Pendapat ini tentu kurang tepat, klien atau seseorang yang
dihipnosis masih sadar dan pikiran bawah sadarnya masih aktif, jadi klien bisa menyadari
proses terapi dari awal hingga akhir. Dalam proses terapi yang terjadi adalah
Hipnoterapis menggali emosi yang menjadi akar masalah klien dalam kondisi hipnosis
(rileks) dan mebantu klien untuk menetralkan emosi tersebut sehingga kedepannya klien
memberi makna yang berbeda terhadap pengalaman yang telah dialaminya.

Suatu contoh ada klien yang mempunyai masalah tidak percaya
diri, pada saat terapi ternyata akar masalahnya adalah pada saat klien masih anak-anak
dia melihat ayahnya yang lagi marah-marah dan melempar helm sampai pecah, pada saat
itulah tercipta suatu emosi takut, dan emosi ini berimbas pada tingkat kepercayaan diri
klien sehingga klien selalu tidak percaya diri apabila ketemu orang yang baru dikenal
apalagi klien merasa orang tersebut mempunyai tingkat pengetahuan diatasnya.

Bagi klien saya, hal ini sangat mengganggu karena ini
berhubungan dengan pekerjaanya sebagai seorang marketing yang mengharuskannya bertemu
banyak orang. Setelah satu sesi terapi klien merasa percaya diri dan yang dulunya selalu
gemetar bila mau bertemu dengan seseorang sekarang sudah biasa. Ini artinya melalui
hipnoterapi klien mampu mengubah pemaknaan terhadap suatu peristiwa yang pernah
dialaminya. 

Proses terapi berlangsung melalui 3
tahap yaitu:
 

Tahap pertama adalah wawancara dimana klien dan
Hipnoterapis bisa melakukan tanya jawab dan Hipnoterapis mencatat inti masalah yang
terjadi pada klien sebagai bahan penunjang saat tahap selanjutnya. Disini klien bebas
bertanya atau berkonsultasi dengan hipnoterapis dan klien harus menceritakan sebenar-
benarnya atas apa yang terjadi pada dirinya untuk kesembuhan klien. 

Tahap kedua adalah  Penjelasan kepada klien
tentang protokol terapi yang biasa kami sebut Qualifying Protocol Guide. Pada
tahap ini klien diminta mendengarkan penjelasan hipnoterapis tentang apa saja yang harus
diketahui klien sebelum terapi dan apa saja yang harus dilakukan saat terapi
berlangsung. Untuk kesembuhan yang cepat klien harus mengerti dan menjalankan protokol-
protokol yang diberikan oleh hipnoterapis. 

Tahap ketiga adalah terapi, sebelum terapi
dilakukan hipnoterapis akan memberikan latihan-latihan masuk ke kondisi hipnosis dan
setelah mengerti, terapi bisa dilanjutkan dan hipnoterapis membimbing klien masuk ke
kondisi hipnosis atau kondisi relaksasi yang sangat dalam untuk menemukan akar masalah
yang ada pada klien.    

MENGAPA ANDA TIDAK PERLU KAWATIR DENGAN
HIPNOTERAPI
 

Mungkin bagi sebagian orang beranggapan pada saat terapi orang
takut lepas kontrol diri sehingga klien akan melakukan hal-hal yang mempermalukan
dirinya atau klien tidak sadar diperlakukan tidak baik oleh Hipnoterapisnya. Seperti
yang sudah saya jelaskan diatas bahwa klien akan menyadari apa yang terjadi saat terapi.
Manusia mempunyai pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, dalam hal ini hipnoterapis akan
mengakses pikiran bawah sadar klien dengan syarat klien harus mengijinkannya, tanpa ijin
dari klien hipnoterapis tidak akan bisa menterapi klien atau membawa masuk ke kondisi
relaksasi.

Dalam pikiran bawah sadar terdapat 4 filter mental yang akan
menjaga klien diantaranya: 

      1. Filter
        keselamatan yang akan menjaga klien terhadap keselamatannya, misal seseorang yang
        dihipnosis dan diberi pisau untuk menusuk dirinya sendiri tidak akan bisa karena kita
        mempunyai filter keselamatan tersebut.
      1. Filter
        Moral/Agama yang akan menjaga klien dari tindakan-tindakan asusila, misalnya seseorang
        yang dihipnosis untuk membuka bajunya tidak akan mau karena bertentangan dengan filter
        Moral tersebut.
      1. Filter
        Benar atau Salah
      1. Filter
        Masuk akal/tidak 

Selain itu kami sebagai Hipnoterapis lulusan Adi W Gunawan
Institute Of Mind Technology
mempunyai aturan dan kode etik  yang diterapkan dalam
menangani klien. Kerahasiaan klien pun sangat terjaga karena formulir pengisian hanya
boleh diletahui oleh hipnoterapis dan klien itu sendiri.