MANUSIA PUNYA BAGIAN DIRI

Beberapa waktu yang lalu saya asyik berbincang dengan kawan saya di sebuah pertokoan, setelah lama mengobrol, teman saya menanyakan hal yang dirasa ada masalah dalam hidupnya. Kawan saya itu sangat ingin mengajukan kredit kepemilikan rumah atau KPR tetapi selama ini setiap mau mengajukan KPR selalu ada bagian dirinya yang takut dan kawatir nanti tidak bisa mencicil per bulannya, akhirnya tidak jadi ambil KPR  padahal kalau dari sisi pendapatan kawan saya mampu untuk membayar DP dan cicilannya.

Pembaca yang bijaksana, sebenarnya yang dialami kawan saya adalah hal yang kedengarannya “wajar” tetapi hal itu sangat mengganggu kemajuan dan pencapaian hidup kawan saya itu. Tetapi lebih dari itu, apa sebenarnya yang terjadi dalam diri seseorang sehingga muncul pertentangan atau konflik seperti  itu di dalam dirinya? Mengapa saya sebut pertentangan karena sebenarnya ada bagian diri kawan saya itu yang sangat ingin memiliki rumah sendiri tetapi di sisi lain ada bagian diri yang lain dari kawan saya kawatir masalah cicilanya. Apakah hal ini kalau dibiarkan kawan saya akan mempunyai rumah?

Mengapa dalam diri seseorang terjadi pertentangan atau biasa saya sebut konflik diri (inner conflict)?

Sebenarnya dalam diri kita terdapat bagian-bagian diri yang disebut Ego Personality (EP). EP sendiri  terdiri dari  part, introject, identofact dan alter.

Apa maksud dari bagian-bagian tersebut?

Berikut penjelasannya:

  • Part adalah bagian diri kita yang tercipta bisa dari pengalaman masa lalu dan pemaknaan yang terjadi selama pengalaman hidup kita dan ini sangat dipengaruhi oleh belief dan value yang kita pegang.  Part yang ada dalam diri kita bisa bermacam-macam dan tidak menutup kemungkinan ada konflik diantara part tersebut. Misalnya begini, ambil contoh anda pergi ke sebuah restoran, setelah anda duduk anda akan disodori menu oleh pelayan restoran tersebut, setelah anda membaca menu anda mulai bingung menentukan makanan apa yang akan anda pesan, misalnya satu bagian diri anda ingin makan nasi goreng tapi satu bagian yang lain ingin order atau makan sop buntut, cukup lama anda menimbang sampai akhirnya anda memutuskan mana yang harus di order.

Pembaca yang bijaksana, ini yang biasanya kita sebut inner conflict, dari contoh kasus tersebut mungkin kita menganggap hal itu biasa karena itu masalah memilih makanan tetapi bagaimana semisal konflik tersebut adalah tentang keputusan yang menentukan kelangsungan hidup kita atau keputusan yang sangat penting dalam hidup kita seperti yang dialami teman saya yang saya ceritakan diatas.  Ada part yang bisa menjadi marah karena keputusan kita atau perilaku kita sehari-hari tidak disukai salah satu part kita, yang akhirnya part kita ini bisa menghukum kita dengan “masalah”, bisa sakit fisik yang ditimbulkan ataupun hambatan-hambatan dalam kemajuan hidup kita. (Baca artikel saya : Penyakit Psikosomatis)

  • Introject adalah gambaran dalam pikiran kita tentang orang-orang yang ada disekitar kita, bisa keluarga, tetangga ataupun orang yang tidak kita kenal tetapi pernah kita temui dalam keseharian kita. Dalam beberapa kasus yang saya tangani, introject bisa bersifat mengganggu atau mendukung kita. Suatu contoh saya pernah menangani klien yang sangat mudah sedih padahal klien ini cukup sukses dalam hidupnya, klien tidak mengerti mengapa dia mudah sedih. Saat proses terapi saya mencoba menggali akar masalah klien, ternyata saya menemukan penyesalan yang dalam di diri klien, dengan kesuksesannya saat ini klien merasa belum sempat membahagiakan kedua orangtuanya yang sudah meninggal. Hal ini mungkin terdengar sepele atau aneh tetapi yang terjadi pada klien saya sangat menganggu hidupnya, klien merasa malu yang sediki-sedikit menangis bila melihat atau mengalami hal yang membuat dia sedih walaupun itu tidak ada hubunganya dengan dirinya atau keluarganya. Terkadang klien saya ini bisa sedih saat berada di kamar sendiri tanpa sebab tertentu. Untuk menterapi klien yang bermasalah seperti ini biasanya saya menggunakan tehnik forgiveness therapy.
  • Identofact adalah orang-orang yang ada dalam pikiran kita dan bersifat mengganggu atau jahat terhadap kita, misalnya orang-orang yang telah menyakiti kita atau yang membuat hidup kita menderita. Hampir sama dengan introject, identofact sangat mempengaruhi hidup kita. Pernah saya menangani klien yang menyimpan amarah yang luar biasa, klien saya ini dendam dengan seseorang dimana beliau sudah berusaha melupakan dan memaafkan orang tersebut tetapi sangat sulit karena pikiran bawah sadarnya belum bisa menerima dan memaafkan perlakuan orang tersebut terhadap dirinya. Bagaimanapun juga perasaan dendam, marah, kecewa yang tersimpan didalam diri kita akan sangat mengganggu pikiran kita, tanpa disadari energi psikis kita akan terkuras hanya untuk memikirkan masalah ini. Terlebih banyak klien yang menderita kanker ternyata akar masalahnya karena pikiran bawah sadarnya belum bisa memaafkan orang-orang yang pernah menyakitinya.
  • Alter adalah bagian diri kita sendiri yang bersifat jahat dalam hal ini bersifat ekstrim karena menginginkan diri kita untuk bunuh diri. Orang yang putus asa, merasa diri tidak berharga, tidak berdaya sangat rentan muncul bagian diri yang disebut alter. Butuh penanganan yang cukup hati-hati bila menghadapi klien yang mempunyai permasalahan seperti ini.

Apakah bagian diri bisa di akses dan bagaimana cara mengakses bagian diri kita?

Seringkali saya mendapat pertanyaan demikian, dimana banyak teman atau klien berfikir masa iya kita punya bagian diri yang lain, bahkan ada yang berfikir siapa sebenarnya bagian diri kita ini apakah ini dari mahkluk lain yang masuk tubuh kita.

Pembaca yang bijaksana, sekali lagi saya tekankan bagian diri atau Ego Personality (EP) adalah bagian dari diri kita sendiri, dia bukan berasal dari mahkluk lain yang masuk ke tubuh kita. Seperti yang sudah saya singgung diatas pembentukan EP ini bisa berasal dari pengalaman masa lalu kita, kejadian-kejadian yang kita alami yang biasanya pada saat itu diri kita berada pada emosi yang intens sehingga pada saat itu timbul pemaknaan terhadap kejadian tersebut dan terbentuklah EP.

Untuk mengakses EP sangat mudah, coba anda berlatih mengakses EP dengan teman anda, caranya begini: Siapkan beberapa pertanyaan mudah kepada teman anda tetapi minta teman anda untuk menjawab dalam hati saja, misal coba tanyakan nama teman anda, dimana tinggal, berapa punya saudara, hari ini memakai baju apa dan lain sebagainya.  Teman anda pasti punya jawaban walaupun hanya dalam hati saja, nah yang menjawab pertanyaan-pertanyaan anda itulah EP teman anda. Anda bisa juga bergantian meminta teman anda yang bertanya dan anda menjawab dalam hati dengan begitu anda sudah mengakses EP anda. Mudahkan.  Tetapi ingat untuk ranah terapi membutuhkan tehnik khusus untuk menerapi EP yang “bermasalah.” Biasanya EP yang bermasalah mempunyai peran yang kuat dalam diri kita.

Selamat mencoba.