PENYAKIT PSIKOSOMATIS

Penyakit psikosomatis adalah penyakit yang disebabkan oleh pikiran dan emosi. Penyakit ini biasanya sebelum menyerang tubuh atau fisik akan diawali oleh pikiran kita yang “bermasalah”. Bermasalah artinya ada sesuatu yang belum terselesaikan di pikiran bawah sadar sehingga pikiran bawah sadar akan mengeluarkan simtom atau gejala agar segera mendapat respon dan diselesaikan. Hal ini sebagai salah satu cara komunikasi pikiran bawah sadar untuk memberi tahu kita bahwa didalam diri kita ada yang bermasalah. Simtom yang dikeluarkan pikiran bawah sadar bisa bermacam-macam bisa berupa emosi ataupun sakit fisik. Berikut saya contohkan klien yang mengalami sakit psikosomatis.

Ada klien sebut saja Pak Doni, Pak Doni ini merasakan sakit punggung yang sudah menahun dan sudah berobat ke dokter specialis syaraf dan melakukan cek tulang belakang tetapi dokter mengatakan bahwa punggung pak Doni tidak ada masalah. Usia pak Doni adalah 46 tahun dan beliau sakit punggung sejak usia 37 tahun. Selama 9 tahun yang dirasakan pak Doni adalah berulang-ulang sakit dipunggungnya dan betapa itu sangat menyiksa dan mengganggu aktivitasnya. Setelah berusaha untuk berobat kemana-kemana akhirnya pak Doni mencoba terapi dengan Hipnoterapi.

Setelah digali secara detil melalui kondisi hipnosis diketahui bahwa ada bagian diri dari pak Doni ini yang menginginkan agar beliau tidak bekerja terlalu keras, perlu diketahui bahwa pak Doni adalah seorang sales manager disebuah perusahaan swasta, dan pekerjaan pak Doni mengharuskannya untuk kejar target sehingga pak Doni sering sekali kerja sampai larut malam dan lembur.  Ternyata hal ini sangat bertentangan dengan pikiran bawah sadar pak Doni tepatnya bagian diri pak Doni yang menginginkan untuk bekerja tidak terlalu berat. 

Dalam diri pak Doni terjadi apa yang biasa disebut konflik diri (inner conflict) dimana satu bagian diri pak Doni menginginkan agar pak Doni tidak bekerja terlalu keras sampai lembur dan satu bagian diri lagi menginginkan pak Doni bekerja lebih giat untuk mengejar target penjualan karena dengan begitu pak Doni akan mendapatkan bonus yang lebih besar lagi. 

Pemabaca yang bijaksana, konflik diri yang dialami pak Doni ini menimbulkan sakit fisik yaitu sakit punggung menahun. Pikiran bawah sadar pak Doni memberi sinyal dengan mengeluarkan simtom sakit di punggung. Selama bagian diri yang “bermasalah” ini tidak diatasi maka pikiran bawah sadar pak Doni akan terus mengeluarkan simtom sakit punggung ini. 

Untuk menterapi bagian diri yang sedang “berkonflik” ini kami biasa memakai tehnik Ego Personality Therapy. Tehnik ini memungkinkan kami untuk bernegosiasi dengan bagian-bagian diri klien yang biasa kita disebut part. 

Setelah menjalani sesi hipnoterapi akhirnya bagian-bagian diri pak Doni yang berkonflik sudah bisa didamaikan dan dicarikan solusi sehingga tidak memunculkan lagi simtom sakit punggung. Selang 2 minggu kemudian Pak Doni menghubungi saya dan mengatakan sakit punggungnya tidak muncul lagi.    

Pembaca, apa yang dialami pak Doni ini juga banyak dialami oleh klien-klien yang lain, yang membedakan adalah simtomnya. Setiap klien bisa berbeda simtom yang dimunculkan oleh pikiran bawah sadarnya misalnya yang pernah saya tangani adalah sakit kepala sebelah (migrain), sakit di lambung (maag), kaki sering kesemutan, mabuk perjalan dan masih banyak lagi. 

Bagaimana mengenali penyakit psikosomatis? Penyakit psikosomatis biasanya berulang (kambuhan) dalam waktu tertentu, seperti yang saya jelaskan diatas pikiran bawah sadar akan terus mengeluarkan simtom selama masalah belum terselesaikan. Dan untuk menggali masalah di pikiran bawah sadar memerlukan tehnik khusus yang salah satunya sudah saya jelaskan diatas, disamping itu diperlukan seorang Hipnoterapis yang cakap dan handal.