TENTANG HIPNOTERAPI 

Sebelum saya menjelaskan tentang Hipnoterapi perlu saya jelaskan terlebih dahulu mengenai Hipnosis dan apa hubunganya dengan Hipnotis yang berkembang di masyarakat.

Menurut Definisi U.S. Dept. of Education, Human Services Division: “hypnosis is the by-pass of the critical factor of the conscious mind followed by the establishment acceptable selective thinking” kalau diartikan dalam bahasa Indonesia kurang lebih “hipnosis adalah penembusan faktor kritis pikiran sadar diikuti dengan diterimanya suatu pemikiran tertentu (sugesti).”

Definisi secara umum Hipnosis adalah kondisi dimana pikiran kita sangat rileks. Kondisi ini setiap hari kita alami contohnya pada saat kita mengantuk tetapi kita masih mendengar suara-suara disekeliling kita atau kondisi pada saat kita bangun tidur, contoh lain adalah pada saat kita menonoton TV atau film dan kita terharu sampai menitikan air mata, kondisi tersebut juga disebut kondisi Hipnosis, kita terhipnosis oleh tayangan TV atau film tersebut.

Kita lebih sering mendengar kata HIPNOTIS daripada HIPNOSIS, kalau begitu apa perbedaannya? Dan apa hubungannya dengan HIPNOTERAPI ?

Hipnotis sebenarnya adalah orang yang melakukan atau membimbing orang lain atau dirinya sendiri untuk mengalami suatu kondisi Hipnosis, dengan demikian Hipnotis adalah orangnya sedangkan Hipnosis adalah kondisinya. Seperti halnya seorang pemain piano disebut “pianis” sedangkan bendanya disebut “piano”.

Sementara Hipnoterapi adalah tehnik terapi yang dilakukan dalam kondisi Hipnosis dan dilakukan secara profesional dengan keahlian khusus oleh orang yang disebut Hipnoterapis.

Untuk menjadi seorang Hipnoterapis dibutuhkan pendidikan khusus dan pengalaman melakukan terapi yang dilakukan sesuai dengan  protokol dan kode etik yang disusun secara khusus untuk menangani masalah klien.

APA YANG TERJADI PADA SAAT KLIEN DITERAPI ?

Banyak pendapat mengatakan kalau klien dihipnosis berarti klien tidak sadarkan diri artinya apa yang terjadi selama proses terapi klien tidak menyadari yang telah terjadi. Pendapat ini tentu kurang tepat, klien atau seseorang yang dihipnosis masih sadar dan pikiran bawah sadarnya masih aktif, jadi klien bisa menyadari proses terapi dari awal hingga akhir. Justru sebaliknya apabila klien tidak sadar atau tertidur maka proses terapi tidak bisa dilakukan karena klien dan Hipnoterapis tidak bisa berkomunikasi. Hipnoterapi membutuhkan kerjasama antara klien dan Hipnoterapisnya. Dalam proses terapi yang terjadi adalah Hipnoterapis menggali emosi yang menjadi akar masalah klien dalam kondisi hipnosis (rileks) dan mebantu klien untuk menetralkan emosi tersebut sehingga kedepannya klien memberi makna yang berbeda terhadap pengalaman traumatik yang pernah dialaminya.

Suatu contoh ada klien yang mempunyai masalah tidak percaya diri, pada saat terapi ternyata akar masalahnya adalah pada saat klien masih anak-anak dia melihat ayahnya yang lagi marah-marah dan melempar helm sampai pecah, pada saat itulah tercipta suatu emosi takut, dan emosi ini berimbas pada tingkat kepercayaan diri klien sehingga klien selalu takut dan tidak percaya diri apabila ketemu orang yang baru dikenal apalagi klien merasa orang tersebut mempunyai tingkat pengetahuan diatasnya.

Bagi klien saya, hal ini sangat mengganggu karena ini berhubungan dengan pekerjaanya sebagai seorang marketing yang mengharuskannya bertemu banyak orang. Setelah satu sesi terapi klien merasa percaya diri dan yang dulunya selalu gemetar bila mau bertemu dengan seseorang sekarang sudah biasa. Ini artinya melalui hipnoterapi klien mampu mengubah pemaknaan terhadap suatu peristiwa yang pernah dialaminya.

PROSES TERAPI BERLANGSUNG MELALUI 3 TAHAP :

Tahap pertama adalah wawancara dimana klien dan Hipnoterapis melakukan tanya jawab dalam tahap ini Hipnoterapis mencatat inti masalah yang terjadi pada klien sebagai bahan penunjang saat tahap selanjutnya. Disini klien bebas bertanya atau berkonsultasi dengan hipnoterapis, klien harus menceritakan sebenar-benarnya atas apa yang terjadi pada dirinya dan tidak ada yang disembunyikan atau dirahasiakan demi kesembuhan klien.

Tahap kedua adalah  Penjelasan kepada klien tentang protokol terapi yang biasa kami sebut Qualifying Protocol Guide. Pada tahap ini klien diminta mendengarkan penjelasan hipnoterapis tentang apa saja yang harus diketahui klien sebelum terapi dan apa saja yang harus dilakukan saat terapi berlangsung. Untuk kesembuhan yang cepat klien harus mengerti dan menjalankan protokol-protokol yang diberikan oleh hipnoterapis. Tahap ini sangat menentukan keberhasilan dan efektifitas terapi.

Tahap ketiga adalah terapi, sebelum terapi dilakukan hipnoterapis akan memberikan latihan-latihan masuk ke kondisi hipnosis dan setelah klien mengerti, terapi bisa dilanjutkan. Hipnoterapis akan membimbing klien masuk ke kondisi hipnosis atau kondisi relaksasi yang sangat dalam untuk menemukan akar masalah yang ada pada klien. Tahap ini sangat membutuhkan kerjasama klien agar proses terapi berjalan dengan baik.

MENGAPA ANDA TIDAK PERLU KAWATIR DENGAN HIPNOTERAPI ?

Mungkin bagi sebagian orang beranggapan pada saat terapi orang takut lepas kontrol diri sehingga klien akan melakukan hal-hal yang mempermalukan dirinya atau klien tidak sadar diperlakukan tidak baik oleh Hipnoterapisnya. Seperti yang sudah saya jelaskan diatas bahwa klien akan menyadari apa yang terjadi saat terapi. Manusia mempunyai pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, dalam hal ini hipnoterapis akan mengakses pikiran bawah sadar klien dengan syarat klien harus mengijinkannya, tanpa ijin dari klien hipnoterapis tidak akan bisa menerapi klien atau membawa klien masuk ke kondisi relaksasi yang dalam.

Dalam pikiran bawah sadar terdapat 4 filter mental yang akan menjaga klien diantaranya:

    1. Filter keselamatan yang akan menjaga klien terhadap keselamatannya, misal seseorang yang dihipnosis dan diberi pisau untuk menusuk dirinya sendiri tidak akan bisa karena kita mempunyai filter keselamatan tersebut.
    2. Filter Moral/Agama yang akan menjaga klien dari tindakan-tindakan asusila, misalnya seseorang yang dihipnosis untuk membuka bajunya tidak akan mau karena bertentangan dengan filter Moral tersebut.
    3. Filter Benar atau Salah.
    4. Filter Masuk akal/tidak.

    Selain itu kami sebagai Hipnoterapis lulusan Adi W Gunawan Institute Of Mind Technology mempunyai aturan dan kode etik  yang diterapkan dalam menangani klien. Kerahasiaan klien pun sangat terjaga karena formulir pengisian hanya boleh diketahui oleh hipnoterapis dan klien itu sendiri.

    Demikian sedikit mengenai apa itu HIPNOTERAPI untuk lebih jelasnya anda bisa menghubungi saya di 0821 4700 6947 atau email : info@gedesubrata.com